Dua minggu terakhir ini saya pindah ke kota yang benar-benar baru dan jauh dari rumah. Kota ini bernama Flagstaff. Tepatnya berada di bagian utara Arizona, Amerika Serikat. Arizona sendiri letaknya dekat dengan California, tepat di atas negara Meksiko.

Banyak sekali hal menarik baru yang saya temukan di sini!

Ini diaa ceritanyaa..

***

1. Kota Seribu Bintang
Pertama kali sampai di Bandara Flagstaff, saya dijemput oleh seorang kawan. Saat itu sudah malam, sekitar pukul sepuluh. Begitu keluar dari bandara saya melihat sekeliling, isinya pohon pinus. Lalu sambil berjalan saya lihat ke langit. Takjub! Waw! Banyak sekali bintangnya! Sudah lama sekali saya ngga lihat bintang berkilauan di langit.

Begitu liat ke atas, saya jadi nebak-nebak. Apa itu Milky Ways? Orion? Cantiknya langit jernih penuh bintang! Mengingatkan saya pada kenangan saat camping di Taman Nasional Bali Barat tahun lalu. Saat itu kami bahkan sempat melihat bintang jatuh. Memang kita semua tuh sebenarnya berada di bawah langit yang sama ya. Di rumah dan di sini. Masih sama-sama di bumi indah ciptaan yang Maha Kuasa.

Foto oleh : flagstaffdarkskies

2. Sangat gelap di malam hari
Kota Flagstaff ternyata merupakan lokasi pengamatan benda-benda langit. Sejak tahun 24 Oktober 2004, Flagstaff dinobatkan sebagai International Dark Sky City. Kota yang berkomitmen penuh agar dapat menjadi lokasi ideal preservasi dan restorasi langit gelap. Alias, mereka komitmen untuk mengurangi polusi cahaya.

Jarang sekali ada lampu jalan di jalan-jalan besar. Rumah-rumah tidak menghidupkan lampu luar. Ada sih beberapa yang hidupkan lampu, biasanya lampu yang ada di pintu masuk rumah. Selebihnya ngga ada. Kayak lampu di teras atau kebun mereka, jarang banget dikasih lampu. Blas, gelap.

Saya pernah kelewatan satu halte bus dan mesti jalan kaki cukup jauh ke rumah. Saat itu saya harus merasakan jalan di malam hari yang gelap gulita. Untungnya ada temen pulang bareng. Kalau ngga, mau jalan sambil nangis aja huhuhu (gak deng, ku anak pemberani). Untungnya lagi, handphone masih ada batrai, jadi bisa pakai senter HP untuk menerangi jalan yang sungguh gelap.

3. Berada di tengah hutan pinus pendrosa terbesar di dunia
Kota Flagstaff yang berada pada ketinggian sekitar 7,000 kaki, tepat berada di tengah hutan pinus ponderosa terbesar di dunia. Penyusun utama ekosistem hutan tentu saja sang pinus itu sendiri. Daunnya runcing, buah agak besar, dan tinggi pohon dapat menjulang kira-kira 10 - 15 meter. Kulit batang pohonnya berwarna putih pucat. Pohon ini dapat tumbuh pada ketinggian antara 6,000 - 8,000 kaki. Tepat di tengah-tengah hutan alpine (> 8,000 kaki) dan hutan monsoon (< 6,000 kaki).

Buat saya yang terbiasa di daerah tropis, bentuk vegetasi seperti ini sebenarnya terlihat unik. Tidak banyak jenis-jenis pohon yang bisa kita temukan. Malah di beberapa tempat benar-benar satu jenis saja. Jenis itu membentuk susunan pohon pinus yang tinggi menjulang. Mirip seperti di Hutan Pinus Imogiri, Magelang.

Hutan Pinus Ponderosa
4. Dekat dengan komunitas masyarakat asli Amerika
Kota Flagstaff sangat kaya akan sejarah masyarakat asli Amerika. Di dekat sini, masih ada warisan masyarakat asli yang masih menjunjung tinggi adat istiadat setempat. Tanah adat mereka melikupi hampir 50,000 km2 yang menjadi rumah bagi suku Navajo, Hopi, Havasupai, Kaibab-Paiute dan Hualapai.

Saya sendiri belum pernah berkunjung ke tanah adat mereka. Semoga suatu hari saya berkesempatan belajar tentang komunitas masyarakat ini.

5. Dekat dengan Grand Canyon dan Antelop Canyon

Foto oleh : Grand Canyon West
Foto oleh: Wikipedia

Mungkin kamu pernah lihat dua foto di atas ini. Dua tempat cantik ini ada di dekat Flagstaff. Hanya sekitar satu jam perjalanan. Flagstaff sendiri biasanya jadi tempat istirahat para turis yang ingin main kesana. Akankah ku berkesempatan main ke sanaaa? Oh hanya tuhan yang tau. Tapi, bantu di-aamiin-in dalem hati boleh dong, pliiss~~~

6. Tempat pengamatan Pluto
Di Flagstaff terdapat sebuah observatori astronomi yang bernama Lowell Observatory. Di tempat inilah seorang astronom, Clyde Tombaugh, pertama kali mengamati Pluto pada tahun 1930. Teleskop yang dipakai oleh Clyde Tombaugh juga masih ada dan dipakai lho! 
foto oleh : Lowell Observatory
7. Penuh petualang alam 
Saking berada di tengah lokasi outdoor yang sangat menarik. Banyak sekali orang-orang Flagstaff yang suka kegiatan outdoor. Kemah, naik gunung, kayak, panjat tebing, sepeda gunung, dan segala macem. Keluarga pemilik rumah yang saya tinggali, bisa pergi melakukan kegiatan outdoor dua mingu sekali. Mungkin karena didukung dengan lokasi yang sangat cantik kali ya.

Setiap orang yang nanyain saya hobinya apa, terus pasti dilanjutin sama pertanyaan "suka kegiatan outdoor apa ngga". Hampir setiap kali! Saya jadi kangen main sama anak-anak URaL 28. Baru tiga hari an di Flagstaff pun, sudah ada yang ngajakin main di kali!


8. Punya program daur ulang sampah
Kalau di Indonesia ada Bank Sampah, di sini ternyata juga ada sistem pengelolaan sampah-sampah yang bisa di daur ulang. Setiap hari jumat, di sini ada recycle waste day. Kita bisa buang sampah plastik, kertas, karton dan sebagainya yang ada di gambar ini. Mayan juga ya bisa mengurangi sampah.


9. Sepi
Beneran deh ini kota sepi banget. Mungkin saya kebiasaan tinggal di kota besar kali yaa.. Makanya di sini ngga pernah macet. Ya orang nya aja super dikit, cuma sekitar 70,000 orang. Siapa yang bikin macet yakaan. Hehe. Untuk kota se-sepi ini, infrastruktur udah lengkap banget. Ciri khas negara maju kali yah..

Saya tuh di sini rada bayangin kayak kota Malang. Dingin, rapi, dan banyak bunga (kalau musim panas). Bedanya masih rame-an kota Malang.

10. Northern Arizona University
Dua tahun ke depan saya akan banyak menghabiskan waktu di sini untuk belajar tentang kehutanan. Kampusnya bagus banget. Udah kayak di UI, komplek kampus dengan banyak ruang terbuka hijaunya gitu. Seru deh. Doakan saya yaaaaaa bisa survive dan melakukan yang terbaik di sini!



***

Sampai jumpa di cerita selanjutnya!
Kata orang, di Flagstaff itu hanya ada empat musim: winter-winter-winter-construction. Hahaha. Kebetulan saya datang pada musim konstruksi, dimana ada matahari di siang hari dan jarang hujan. Banyak banget konstruksi rumah, gedung, dan sebagainya di sini. Mumpung ngga ada salju kali yaa.

Sekarang siang hari di sini sekitar 23 - 26 derajat Celcius, rasanya kayak pakai AC kalau mau bobo di rumah. Hanya saja kadang anginnya yang bikin semriwing. Malam hari, bisa mencapai 9 - 10 derajat. Dingin banget ya Allah. Jadi kalau mau pulang malem, mesti banget siap sedia jaket biar ngga semriwing.

Bagian cantiknya dari musim panas di Kota Flagstaff, banyak sekali kebun yang penuh bunga-bunga cantik. Apalagi di kampus Northern Arizona University (NAU). Mereka pinter banget menyusun bebungaan sampai jadi taman yang cantik kayak gini. Berasa kayak di Malang kan yaaaa. Gemez.


Saya senang sekali dengan sambutan yang hangat ini. Bunga-bunga cantik itu rajin saya foto-fotoin. Terus saya pikir, sayang banget kalau cuma ada di galeri foto di handphone saya.

Akhirnya saya masukkan ke instagram khusus yang bernama Plants of Flagstaff. Saya buat akun instagram ini sebenarnya untuk diri sendiri, biar lihatnya lebih mudah, ngga kecampur sama foto-foto lainnya. Tapi mungkin ada orang lain yang juga suka dengan keindahan ini dan pengen tau juga nama spesies nya apa.





Saya juga ngga tau apakah sudah benar mengidentifikasinya atau belum. Bahkan banyak yang masih kosong, belum tau namanya apa. Biasanya saya identifikasi pakai buku Southwestern and Texas Wildflowers nya Niehaus, Ripper, dan Savage, pinjaman dari pembimbing.

Jikalau ada yang tau kalau saya salah ID, tolong kasih tau saya yaa!!

Terima kasih sudah mampir. Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

Banyak orang yang ngga mau daftar ke universitas di Amerika karena ngga mau ikutan tes GRE. Termasuk di antaranya saya! Sebagai pencari beasiswa, saya ngga punya banyak pilihan selain coba semua peluang. Ngga disangka-sangka, peluang yang terbuka buat saya justru dari negara yang sejak dulu selalu saya hindari. Hahaha

Dulu sih tahun 2014, saya pernah niat belajar GRE. Saya pinjam buku GRE punya teman yang sudah mendapat beasiswa sekolah di US. Begitu pertama kali lihat isi bukunya, saya udah lemes duluan. Saya bahkan ngga tau itu arti kata-katanya apa. Dari 20-an halaman, palingan saya cuma tahu 2-3 pertanyaan. Sisanya, ngga tau artinya apa.

Buat yang belum tau, GRE ini ada tiga bagian, verbal, kuantitatif, dan writing. Bagian verbal bentuknya ada yang mencari sinonim kata sulit dan menjawab pertanyaan berdasarkan paragraf yang diberikan. Bagian kuantitatif, kayak matematika SMP - SMA. Soal matematikanya kurang lebih seperti matematika SMA di kelas IPS. Menurut saya sih ngga terlalu sulit, tapi karena bahasa-nya bahasa inggris. Jadi banyak istilah yang tidak biasa saya pakai. Terakhir bagian writing. Buat essay tentang pendapat atas masalah tertentu.

Saya ada beberapa tips yang mungkin bisa teman-teman pakai saat belajar GRE.

Saran pertama, telen aja gan! Emang GRE ini rada pelik, apalagi kalau Bahasa Inggris-nya pas pas an kayak saya. Ngga ada cara lain, selain belajar. Belajar dikit-dikit. Pusing sih. Tapi nanti pas sekolah bakal lebih berat lho beban belajarnya. Jadi anggep aja ini latihan belajar keras untuk mengerti hal yang sulit dimengerti.

Buku panduan
Cari buku panduan yang bagus. Banyak buku panduan yang enak, ringkas, dan relevan. Setiap buku tentunya ada kelebihan dan kekurangannya, jadi pilih aja yang kira-kira ulasannya sesuai dengan keinginan kamu. Saya sendiri, carinya buku pinjaman, jadi seadanya dan sedapetnya buku pinjaman. Kebetulan ada teman baik hati meminjamkan bukunya ke saya. Saya jadi bisa belajar dasar-dasarnya GRE.

Kalau mau beli, ada beberapa buku yang bisa kamu cari, di antaranya
  1. ETS official guide to GRE revised General Test and Official GRE Practice Questions
  2. Manhattan Prep GRE Set of 8 Strategy Guides
  3. Kaplan GRE Premier 2017
Ulasan lengkap tentang buku panduan, bisa kamu baca-baca di Magoosh atau Quora.

Pakai buku ini untuk belajar dasar-dasar soal kuantitatif dan verbal. Pelajari bentuk soalnya dan mulai ingat-ingat kembali cara mengerjakan soal matematikan jaman sekolah dulu.

Vocabulary Magoosh Flashcard
Magoosh bikin flashcard yang berisi tentang kata-kata populer di soal GRE. Saya sangat sangat terbantu dengan  flashcard ini. Karena sebelum saya mulai menghapal kata-kata di flashcard nya Magoosh, bener-bener blank ngga bisa isi jawaban. Baru setelah hapal, mulai ada kemajuan dalam mengisi jawaban. Seenggaknya bisa mengerti apa maksud soal. Kalau bisa, ditargetin aja. Misalnya kamu cuma punya waktu belajar 1 bulan, minimal satu minggu satu paket yang isinya sekitar 50 kata. Sampai sebelum ujian, saya cuma sanggup hapal sekitar empat paket basik dan satu paket advance.

Soal-soal gratisan
Nah, kalau sudah belajar dasar-dasar cara menjawab soal dan hapal vocabulary, kamu bisa mulai latihan soal. Salah satunya yang wajib dicoba, buka-buka deh Magoosh, Manhattan Prep, dan Crunch Prep. Gratis dan bagus. Mayan banget!! Biasanya ada free trial sekitar dua minggu yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain itu, Magoosh juga punya rencana belajar sesuai dengan waktu yang kamu punya.

Greenlight Test Prep
Sewaktu saya lagi stress dengan nilai GRE yang ngga naik-naik, seorang teman baik menyarankan saya untuk lihat akun Youtube ini. Saya coba pantengin, terutama di bagian jenis soal yang biasanya selalu salah. Ternyata keren banget tips-tipsnya. Terbukti nilai saya rada meningkat setelah belajar dari sini.

Baca rutin majalah internasional
Sambil mengisi waktu luang, bisa lah mulai sering baca artikel-artikel dalam bahasa inggris. Buat yang ngga biasa baca bacaan sulit, pastinya agak berat. Tapi nanti waktu kuliah kan juga akan banyak bacaan yang mesti dipelajari. Mesti udah belajar jauh-jauh hari. Kamu bisa baca Time, The New York Times, Project Syndicate, The Economist, dan lain-lain. Catat kata-kata sulit yang ditemukan, lalu kalau bisa dihapalkan atau seenggaknya kamu tau kapan bisa menggunakan kata itu.

Dictionary
Kalau kesulitan dalam terjemahan suatu kata, kamu bisa lihat di Dictionary atau Thesaurus. Ada aplikasinya juga. Kita bisa cari sinonim kata tersebut, bagaimana contoh penggunaan kata di dalam kalimat dan sebagainya.

Try out pakai POWERPREP Plus ETS
Mendekati waktu ujian, try out pakai ETS software. Dalam software itu, kita bisa perkirakan nilai kita berapa, berapa soal benar dan salah. Bisa buat perkiraan apakah hasil belajar kamu sudah mencukupi atau belum. Kalau belum, apa yang mesti diperbaiki dan dimaksimalkan dengan sisa waktu yang kamu punya.

--

Itu aja kayaknya tips dari saya. Kamu punya tips lain ngga? Sila komentar di bawah yaa..

Good luck!
Designed by : Photoroyalty / Freepik
Buat kamu yang mau melanjutkan studi ke luar negeri, hal utama yang wajib segera dimiliki adalah sertifikat kemampuan Bahasa Inggris. Syarat ini biasanya yang paling pertama dilihat oleh universitas atau pemberi beasiswa. Makanya mesti dipersiapkan dengan maksimal.

Ada dua ujian yang umum digunakan: IELTS dan TOEFL iBT. Saya sebenernya kurang tau perbedaan signifikan antara IELTS dan TOEFL. Yang saya tau, kalau IELTS dibuat oleh Inggris, sedangkan TOEFL dibuat oleh Amerika. Biasanya universitas-universitas di Amerika lebih suka menggunakan TOEFL, meskipun sekarang juga sudah banyak universitas di Amerika yang bisa pakai IELTS.

Saya sendiri waktu itu pilih IELTS karena ikut-ikutan teman-teman belajar saya. Hehehe. 

Kalau kamu mau belajar IELTS juga, saya ada beberapa tips yang mungkin bisa dicoba.

Cari tau tentang IELTS
Kita bisa tanya teman yang sudah pernah ujian atau bisa juga cari di youtube tentang apa sih sebenarnya IELTS itu. Apa saja yang diujikan. Berapa lama waktu ujiannya. Bentuk soal seperti apa. Biar kebayang kira-kira apa aja yang mesti kita pelajarin.

Buku panduan
Di internet banyak banget buku latihan soal IELTS. Saya sendiri pakai buku latihan Cambridge. Saya punya sampai sembilan buku. Jangan lupa cari yang ada latihan listening nya.

Daftar Ujian
Supaya semangat belajarnya, daftar dulu aja ujiannya! Kalau belajar doang tanpa daftar, rasanya bikin kita nunda-nunda belajar terus. Kalau sudah daftar biasanya lebih semangat dan ada rasa 'sayang uangnya' kalau hasil ujiannya jelek. Minimal 2-3 bulan ke depan, jadi ada waktu belajar yang cukup dan ada deadline yang pasti. Bisa daftar di British Council, IALF, atau IDP. Kalau saya tes di British Council, karena mereka biasanya menyelenggarakan ujian di hotel jadi meja yang dipakai meja panjang. Lega buat nulis-nulis.

Les
Kalau kebetulan ada uang lebih, bisa ikutan les. Buat saya, les ngga perlu yang mahal banget. Les yang relatif murah dan gurunya lumyan enak juga ada kok, seperti di LBI UI. Dulu 2015 harganya 1,3 juta (sekarang sudah naik jadi 1,6 juta) udah dapet buku panduan, di tempat les lain harganya bisa berkali-kali lipat. Di tempat les ini, umumnya kita hanya belajar strategi menjawab soal, latihan soal, dan sebagainya. Tapi les ngga akan banyak pengaruhnya kalau kita ngga belajar sendiri. Kalau dana terbatas, maksimalkan belajar sendiri aja.

Online course
Buat yang ngga bisa les, kita bisa maksimalkan ilmu dari internet yang gratis. Saya dapat tips ini dari Mita, dia sangat merekomendasikan ikut online course dari Edx. Kata Mita, "Interaktif banget dan tipsnya detil. Jenis latiannya juga banyak. Enaknya selain gratis sih laju kelasnya self paced, jadinya terserah mau belajarnya kapan aja.". Cuuuss langsung enroll sekaraang!

Jadwal Belajar
Belajar yang efektif itu biasanya yang sering latihan soal. Saya sendiri gini jadwalnya:
Pekan pertama - ketiga:
     Senin - listening
     Selasa - reading
     Rabu - speaking
     Kamis - writing
     Sabtu Minggu - try out
Pekan keempat:
     Try out

Jadwal ini cukup efektif buat saya. Minimal banget, dua jam di weekday dan dua kali TO di hari Sabtu dan Minggu. Kalau jam belajar ini bener-bener efektif, insya Allah skor akan meningkat.

Jangan lupa, ketika belajar mesti latihan juga alokasi waktu. Pakai jam tangan. Pastikan waktu yang tersedia sudah sesuai dengan waku ujian.

Catat perkembangan nilai kamu, dari yang pertama kali banget nilainya mungkin ngga terlalu bagus. Sampai menjelang hari H. Perkembangan nilai ini bikin kamu lebih ngeh sama peningkatan kemampuan kamu.

Latihan spesifik setiap section:
Di luar waktu belajar wajib, kita bisa tambahkan belajar di waktu senggang. Misalnya sambil perjalanan menuju kantor atau nunggu makan siang datang. Yaa sesempetnya aja..

Listening 
  • Selain latihan soal-soal IELTS, bisa juga ditambahkan dengan dengar podcast. Download aja podcast nya, lalu kita dengarkan saat kita dalam perjalanan. Di kereta, busway, mobil, atau kapanpun sesempatnya kita. Ngga usah banyak-banyak juga ngga papa, yang penting rutin. Setiap hari dengerin orang cas cis cus pakai bahasa inggris. Lumayan banget loh bikin kuping kita terbiasa dengar orang ngomong pakai bahasa inggris. Saya biasanya denger di Serial dan This American Life.
  • Soal-soal IELTS itu ada pola nya. Jadi semakin banyak kamu latihan dengan menggunakan soal-soal IELTS, pasti lama-lama kita jadi tau kapan jawaban akan disebutkan oleh speakers.
  • Jangan meremehkan listening. Walaupun kesannya lebih gampang dibandingkan dengan yang lain. Listening ini ladang nilai. Kalau bisa, usahakan banget bisa dapet sebagus-bagusnya. Tenang aja, dengan banyaknya frekuensi latihan, insya Allah bakal bisa dapat nilai lebih bagus.
Reading
  • Kadang kita merasa baca soal dulu, akan membuat lebih cepat menjawab. Ternyata ngga juga. Kalau baca soal duluan, kita malah jadi fokus ke mencari jawaban, bukan ke mengerti isi artikel. Ujung-ujungnya bolak balik baca artikelnya tapi ngga ngerti-ngerti. Usahakan baca artikel dulu, baru jawab soal.
  • Saat pertama kali baca artikel, coba usahakan langsung cari inti paragrafnya dan tandai. Dengan meningkatnya frekuensi dan kualitas belajar, kamu akan butuh waktu lebih singkat untuk mencari inti paragraf ini. 
  • Inti paragraf yang sudah ditandai ini akan memudahkan kita mencari jawaban. Kita bisa kebayang kira-kira dimana posisi informasi tersebut di dalam artikel. Tapi saya sendiri ngga mencoret-coret buku latihan saya, saya buat catatan nya di kertas coret-coretan. Soalnya saya ingin pakai buku latihan itu berkali-kali. Kalau sudah kotor dengan coretan, ngga bisa dipakai lagi.
Writing
Oke, ini yang menurut saya paling susah. Bahkan nilai saya pun masih jelek di bagian ini.
  • Kita mesti sering baca contoh jawaban yang dapet nilai 8-9. Perhatikan cara membuat paragraf. Gimana cara menghubungkan paragraf yang satu dan lainnya. Cari contoh jawaban ini tinggal googling aja kok
  • Dari contoh jawaban itu, kita bisa buat daftar kata yang bisa dipakai. Kata-kata penghubung (misalnya however, therefore, moreover, dll). Coba hapalkan kata-kata itu dan pakai di kalimat yang kita tulis. Coba lihat di sini, di sini  beberapa contoh kata.
  • Dalam writing, sangat penting untuk menggunakan beberapa padanan kata dan tidak mengulangi kata yang sama berulang-ulang. Ini namanya parafrase. Ada banyak kata yang cukup umum di soal-soal IELTS, misalnya consumption, expense, increase, decrease, dan lain sebagainya. Kalau bingung, cari sinonim kata di Thesaurus.
  • Cari temen yang bisa bantu periksain. Kadang kalau udah hopeless, kita tuh suka ngga tau gimana cara meningkatkan kualitas tulisan. Jangan takut buat minta tolong ke orang yang udah lebih jago. Tanya dan minta tolong untuk cek hasil latihan kamu. Tanya kira-kira bagian mana dari tulisan kamu yang bisa ditingkatkan.
Speaking
  • Print atau unduh daftar pertanyaan umum. Latihan nanya sendiri dan jawab sendiri. Dulu saya latihan speaking setiap dibonceng suami naik motor, pasti ngoceh-ngoceh sendiri sepanjang jalan.
  • Cari temen orang luar negeri. Kebetulan waktu itu supervisor saya orang Amerika, jadi mau ngga mau mesti ngomong sama dia. Ini sangat membantu untuk bikin kita PD ngomong. Entah kenapa kalau ngomongnya sama bule, saya lebih PD dibandingkan dengan ngomong ke orang Indonesia. Grammar belakangan aja. Yang penting dia ngerti apa yang kita ucapkan dan kita berani untuk mencoba ngomong. 
  • Nonton video contoh orang ujian speaking. Di Youtube ada banyak video contoh peserta yang dapat nilai bagus (band 7-9). Tonton dan perhatikan bagaimana mereka menjawab pertanyaan yang diajukan assessor.
  • Perhatikan cara kita menjawab. Kesalahan utama saya waktu ujian adalah terbiasa jawab kayak ngobrol biasa. Padahal saat ujian, jawaban kita benar-benar dilihat pemilihan kata, struktur kalimat, dan cara menjawab, bukan seperti ngobrol biasa. 
Inti dari segala inti nya..
Latihan, latihan, dan latihan
Ngga ada cara lain yang akan membuat kita bisa selain latihan. Coba. Usaha dulu. Usaha terus. Insya Allah akan ada perbaikan nilai asal cara belajar kita bener.

***

Semangat ya!! Saya pertama kali belajar IETLS, nilai semua section itu antara 4 - 5 doang loh. Ancur banget kan. Hehehe. Cuma seiring dengan meningkatnya frekuensi latihan dan belajar, lama-lama naik juga nilainya. Terakhir overall score 7. 

Kamu pasti bisa jauh lebih baik dari ku!!

Baca juga: Cita-cita yang tertunda
Design by : Creativeart / Freepik
Sejak memutuskan untuk menikah di usia muda, saya berjanji pada diri sendiri untuk tetap menjaga cita-cita untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Saya tau, pernikahan mungkin saja menjadi faktor yang menyebabkan saya ngga bisa berkomitmen atas cita-cita itu. Apalagi saya kepengen banget kuliah di luar negeri, yang tentunya lebih banyak pertimbangannya. Bisa saja setelah menikah, saya malah nyaman jadi ibu rumah tangga, ngga berkarir di bidang yang saat ini sedang dijalani, punya kewajiban yang ngga bisa ditinggal, atau kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Setelah menikah, benar aja, saya jadi ogah-ogahan persiapan kuliah di luar negeri. Nikah itu enak coy, bisa deket terus sama orang yang kita sayang. Pacaran. Belajar banyak hal baru. Sedangkan, kalau kuliah di luar negeri terus mesti LDR gimanaa. Padahal lagi seneng-seneng nya jadi pengantin baru! Itu pikiran saya di awal pernikahan.

Baca juga: Saya Pasca Menikah

Untungnya, suami saya ternyata sangat mendukung cita-cita ini. Malah dia yang lebih semangat. Dia ngga pernah bosen untuk nagih janji. Kapan kamu mau kuliah? Kapan daftar beasiswa? Kapan tes IELTS? Kapan ini? Kapan itu? Saya juga sempet nawar, kuliah di Indonesia ajalah.. di UI atau UGM juga bagus kok. Tetoot. Ga boleh. Janji tetaplah janji. Saya sampe heran sebenernya yang mau kuliah itu saya apa dia sih kok dia yang rempsss. Hahahaa.

Di tahun pertama pernikahan, saya masih agak malas-malasan persiapan kuliah, karena bener-bener lagi seneng jadi pengantin baru. Baru di tahun kedua saya gerilya. Saya mulai belajar, ikutan tes, dan daftar beasiswa. Sayangnya, mungkin karena kurang berusaha maksimal, saya gagal dalam semua beasiswa yang saya coba. Sedih juga rasanya. Apalagi hampir semua temen yang sama-sama berjuang, berhasil dapat beasiswanya dan berangkat kuliah tahun lalu. Banyak banget temen yang hanya perlu sekali tes atau daftar beasiswa, eeh langsung dapet. Bikin ngerasa paling bodoh sendiri gitu kaan.

Baca juga : Our Dream Come True

Kharissa (kanan) dan Gerry (kiri), dua orang pertama yang ngajakin saya belajar bareng IELTS.
Ternyata, Tuhan berkehendak lain, pada tahun kedua kami diberi kesempatan untuk punya rumah sendiri. Alhamdulillah! Mungkin itu kenapa saya ngga dapet beasiswa, supaya bisa ngerasain senengnya tinggal di rumah sendiri, berkebun, hias-hias rumah, dan tinggal di tempat yang nyaman. Yeay!

Baru akhirnya awal tahun 2017 saya berjuang maksimal untuk daftar beasiswa lagi. Kebetulan pas banget di kantor, proyek yang dipegang sejak dua tahun terakhir sudah selesai jadi bisa fokus ke persiapan sekolah. Saya daftar di dua lembaga beasiswa, yang pertama Stuned. Stuned udah jadi inceran banget! Saya udah dua kali daftar ke Wageningen University, Belanda dan dua-duanya keterima. Tapi ngga dapet-dapet beasiswanya. Tahun lalu coba pakai beasiswa LPDP, gagal. Tahun ini penasaran banget coba pakai Stuned, kali aja dapet kan yaa.. Eh sayangnya gagal juga. Sedih. Hahaha.

Beasiswa kedua, namanya CIFOR/USAID Fellowship. Beasiswa CIFOR/USAID Fellowship ini menurut saya cukup keren dan kesempatannya besar, karena khusus untuk S2 di bidang kehutanan. Beasiswa ini juga hanya bekerjasama dengan empat universitas US yang relatif bagus di bidang kehutanan, yaitu University of  Yale, University of Florida, Northern Arizona University (NAU), dan Missouri University (MU). Tahun lalu saya sudah pernah coba daftar, tapi ngga diterima, hiks. Akhirnya tahun ini saya maksimalkan sesi interview, sampai-sampai bikin buku portofolio wkwkwk. Yang penting usaha mah maksimal kaan, daripada gagal lagi terus nyesel kenapa ngga maksimal.

Alhamdulillah saya keterima di NAU dan MU tetapi akhirnya memutuskan untuk pilih NAU. Insya Allah (kalau visa lolos) saya akan berangkat bulan Agustus 2017. Yeaay!

Selama ini saya selalu underestimate diri sendiri. Keseringan bandingin diri sendiri dengan orang lain, akhirnya ngga percaya diri. Untungnya mas suami selalu semangatin dan mendorong terus supaya saya bisa lebih berani. Waktu saya sempet drama nangis-nangis bilang saya ngga sepintar itu, jadi jangan berharap ketinggian (iya, saya emang anaknya lebay). Dia bilang, yang penting kamu usaha dulu maksimal, coba dulu, mulai saat ini ngga boleh bilang ngga bisa sebelum nyoba. Cita-cita harus diperjuangkan.

I am so lucky to have him!

Dari proses mencari beasiswa ini saya jadi belajar untuk mengenali kemampuan diri sendiri dan seperti kata Mirza, ngga boleh nyerah sebelum mencoba. Mungkin di luar sana ada orang yang luar biasa pinter, cerdas, dan beruntung banget, sekali daftar beasiswa langsung dapet. Atau mungkin aja orang-orang keliatannya selow, padahal sebenernya belajar melulu. Orang beda-beda banget. Dan saya sadar, otak saya pas pas an, jadi kerja mesti dua kali lipat lebih keras dan lebih rajin.

Terus, kalau memang keinginan belum terwujud, sabar aja.. Selow.. Mungkin emang belum waktunya dan lagi mau dikasih sesuatu yang lain yang lebih baik. Insya Allah apapun itu, akan ada jalannya, walau berliku-liku dan tanjakan terus. Insya Allah, kalau Allah mengizinkan, akan sampai di tujuan.

Jadi, semangat terus!!!!!!!
Designed by: Freepik
Inget ngga sih dulu waktu masih SD suka ada imunisasi di sekolah? Ganti-gantian disuntik di depan kelas, nangis, atau bahkan kejar-kejaran sama guru gara-gara takut disuntik? Hahaha seru banget ya kali diinget-inget..

Imunisasi atau dikenal juga dengan vaksinasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita. Dulu waktu masih kecil, kemungkinan besar sudah pernah kita dapatkan beberapa vaksin. Terutama vaksin-vaksin yang memang diwajibkan oleh pemerintah seperti polio, DPT, dan lain-lain.

Sekarang sudah besar, ternyata ada beberapa vaksin yang sebaiknya kita dapatkan atau diulang. Jadi meskipun waktu masih kecil sudah pernah, kita bisa vaksin ulang untuk 'memperbarui' kekebalan tubuh kita.

Apalagi kalau mau ke luar negeri, super duper penting untuk vaksin. Kita ngga pernah tau di luar sana orang lain mengidap penyakit menular apa. Vaksin ini tuh ibaratnya bawa payung sebelum hujan. Daripada sakit terus mahal, mendingan investasi vaksin dulu deh.

Nah, karena saya kebetulan mau berangkat ke Amerika, jadi ada tiga vaksin yang mau saya ambil: MMR, DPT, dan meningitis. Saya cek di rumah sakit yang deket-deket rumah, eeh ngga pada punya stok vaksin MMR. Ternyata sekarang stok vaksin MMR se-Indonesia lagi habis dari distributornya.

Saya dapat info, salah satu tempat yang punya vaksin MMR adalah In Harmony Clinic. Yaudah lah ya langsung cus vaksin di sana.

Sebelum datang ke klinik, kita mesti banget bikin janji. Bisa melalui telepon atau pun melalui apps Practo. Mereka punya stok vaksin terbatas, jadi jangan sampai main langsung dateng eeh vaksinnya ngga tersedia. Setelah bikin janji, saya juga diminta mengirimkan bukti Letter of Acceptance dari universitas yang dituju. LoA ini sebagai bukti bahwa saya emang butuh banget vaksin untuk bikin visa-nya. Habis itu, tinggal dateng deh sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Lokasi klinik mudah dicari di google maps. Saya waktu itu naik kereta sampai Cikini, lalu naik gojek sampai klinik. Dari luar kliniknya kurang keliatan jelas. Seingat saya sih ngga ada plang besar deh. Adanya spanduk aja. Setelah masuk ke klinik, tinggal bilang ke orang administrasi, lalu nunggu dipanggil.

Saat ketemu dokter, kita akan dijelasin dahulu tentang seluk beluk vaksin yang akan diinjeksikan ke dalam tubuh kita. Dokternya jelasin pakai power point gitu, jadi enak ada contoh gambar dan jelas banget. Bisa nanya-nanya juga dengan dokternya. Kalau semuanya sudah jelas, baru deh disuntik.

Suntik vaksin ini di lengan bagian atas. Kalau bisa pakai baju yang lengannya longgar, biar ngga repot buka baju. Tinggal gulung lengan baju sampai paling atas banget. Selesai disuntik, kita akan dapat sertifikat vaksin. Pasca suntik, saya sih ngga demam atau pun lemes, cuma berasa agak pegal sedikit aja.

Semoga vaksin ini bener-bener bisa bekerja dengan baik yaa.. Aamiinnn.
Salah satu syarat untuk mengajukan visa ke Kedutaan Amerika Serikat adalah Medical Check Up (MCU). Saya sebagai calon penerima beasiswa diperbolehkan melakukan medical check up hanya di Klinik Medikaloka atau RS Premier Bintaro.

Saya memilih Medikaloka karena lebih dekat dan gampang diakses transportasi umum. Sebelum datang MCU, peserta perlu membuat janji dengan Medikaloka yang bisa dilakukan melalui telepon. Saya buat janji satu hari sebelum pemeriksaan.


Sebelum medical check up, saya diminta puasa sepuluh jam sebelum pemeriksaan. Artinya kalau saya mulai MCU jam delapan pagi, saya hanya boleh makan sampai terakhir jam sepuluh malam. Lumayan ngga terasa puasa karena malamnya kan tidur. Puasa ini diperbolehkan minum air mineral.  

Hari itu saya berangkat pagi-pagi sekali dari Citayam. Saya naik kereta sampai stasiun Tebet lalu lanjut naik Gojek sampai lokasi. Sampai di sana terlalu pagi, jam 7.15. Padahal Medikaloka baru buka pukul 08.00. Untungnya ada bapak satpam baik hati yang mempersilakan saya menunggu di dalam Medikaloka. Ruang tunggu di Medikaloka enak sekali, nyaman, bersih, dan desain interior nya dirancang dengan bagus. Jadi kita sebagai pasien merasa nyaman.

Pukul 08.00, KTP saya diminta oleh petugas administrasi. Setelah itu, saya diminta menunggu lagi di ruang tunggu. Di ruang tunggu dalam juga tersedia air mineral yang bisa dikonsumsi oleh pasien. Ada majalah, tv, dan kafe kecil dimana kita bisa membeli minuman seperti kopi, teh, dan lain-lain. Enak ada fasilitas-fasilitas ini, bikin kita ngga bosan menunggu. Ada juga loker tempat penyimpanan barang, bikin kita ngga repot bawa-bawa perintilan.

Pemeriksaan baru dimulai sekitar pukul 08.30. Pemeriksaan pertama yaitu pengambilan darah. Darah yang diambil sekitar 2 tabung, saya ngga tau dua tabung itu tepatnya berapa mililiter. Mestinya darah ini bisa diambil dari tangan kiri aja. Tapi pembuluh darah vena saya ketipisan dan waktu disuntik jarumnya kurang tepat masuk ke vena. Akhirnya saat tabung kedua, darah saya ngga keluar lagi. Jadi mesti diambil dari lengan kanan. Kata susternya, darah saya pagi itu juga relatif kental, karena kurang minum air mineral pagi-paginya. Ayo lebih sering minum air putih biar darahnya lancar.

Setelah itu, ada pemeriksaan mata, indeks mata tubuh, ukuran-ukuran tubuh, dan tensi. Lalu pemeriksaan urin, urin pertama diminta dikeluarkan dahulu lalu baru masukkan urin selanjutnya ke tabung yang diberikan. Agak repot juga ya. Untungnya kamar mandi yang tersedia cukup bersih, ada tempat cuci tangan, sabun, dan tissu yang telah tersedia. Setelah selesai, tabung urin saya letakkan di tempat yang sudah tersedia tepat di depan kamar mandi.

Lalu saya pemeriksaan EKG. Saat pemeriksaan EKG, saya yang mesti lepas pengait bra dan buka baju sampai dada. Untungnya di ruangan khusus yang bisa dikunci yaa, jadi lebih nyaman. Saran saya, buat perempuan, jangan pakai baju terusan panjang ya saat medical check up. Biar ngga telanjang banget hahaha. Pakai atasan yang mudah dibuka dan bawahan yang nyaman aja. 

Habis EKG, saya rontgen di lantai dua. Foto nya dua kali, satu dari belakang dan satu dari samping. Daan tinggal ketemu sama dokter umumnya deh.

Saya dipersilakan sarapan di ruang tunggu dalam. Saya ngga nyangka dapet sarapan. Pilihannya ada nasi goreng dan omelet, saya pilih nasi goreng. Rasanya kayak nasi goreng hotel, kurang cocok sama lidah warung pinggir jalan kayak saya hehe.

Nasi Goreng Medikaloka
Terakhir, pemeriksaan dengan dokter umum. Pemeriksaan lumayan cepat, diperiksa mulut, telinga, dan badannya. Sudah deh, selesai sekitar pukul 10.00. Ada formulir catatan medis yang harus saya isi. Lalu tinggal bayar deh.

Total pembayaran Rp 924.000 yang bisa dibayar tunai, debit, maupun dengan kartu kredit. Mahal juga yaa.. Untungnya biaya ini akan di reimburse oleh pemberi beasiswa. Hasil MCU selesai sekitar 3-5 hari kerja. Semoga hasilnya bagus semua dan bisa lolos ke tahap berikutnya.

sumber: answersingenesis.org
Sebulan sebelum menikah, saya merasa kepala lebih sering pusing dan mata lebih cepat lelah. Saya mengira kondisi itu dipicu oleh stres menuju hari pernikahan. Waktu itu memang saya dan pacar mempersiapkan pernikahan tanpa wedding organizer, hanya dibantu keluarga dan teman-teman. Kebayang lah ya pusing nya se-tujuh-keliling apa. Maka dari itu, saya tidak terlalu mempedulikan rasa pusing dan kelelahan mata ini.

Beberapa bulan setelah menikah saya jadi lumayan sering pakai eye liner. Nah, kalau pakai eye liner itu kan sebelah mata agak merem sedikit ya. Saya jadi ngeh kalau mata kiri saya agak kurang bisa melihat dengan jelas, terutama di sudut atas, seperti ketutup hitam sedikit. Saya pikir ini karena minus mata yang nambah dan harus ganti kacamata. Akhirnya pergilah saya ke dokter mata di RS Bunda Depok untuk mendapatkan resep kacamata.

Saat bertemu dengan dokter mata, saya cerita kalau mata kiri saya agak aneh ngga bisa full lihatnya. Dokter itu menyernyitkan dahi, lalu memeriksa mata saya. Saya diminta menutup mata kiri saya dengan tangan, lalu dokter itu melakukan gerakan isyarat angka di depan mata saya, di serong kanan, serong kiri, serong kanan atas, kiri atas, dan bawah. Mata kanan aman, saya masih bisa menebak angka berapa yang ia tunjukkan. Giliran mata kanan yang ditutup, lalu mata kiri diperiksa. Eh. Ternyata saya ngga bisa lihat pojok kanan atas. Seperti ada filter hitam pekat yang menutup jari si dokter. Hmmmmmm.

Muka bu dokter kombinasi antara excited dan shock. Saya jadi bingung, ini kok dokternya kayak seneng, tapi agak surprise campur deg-degan gitu. Mungkin biasanya dia dapet pasien yang gitu-gitu aja, yang cuma minta resep dokter, jarang-jarang dapet pasien yang penyakit kayak mata saya. Hahaha

Bu dokter itu meminta saya menunggu sampai seluruh pasien beliau selesai. Suster kemudian meneteskan cairan ke kedua mata saya, agar pupil saya terbuka dan bu dokter bisa lihat kondisi dalam mata. Rasanya perih banget bangetan. Mesti tarik napas dalam-dalam, kedap-kedip berkali-kali. Beberapa saat kemudian, bu dokter itu selesai memeriksa seluruh pasiennya, tinggal saya aja. Ia pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut, melihat retina dan mencari makula mata. Saya pernah dengar kata 'makula' saat kuliah di biologi, tapi saya sudah agak-agak lupa makula itu letaknya di mana.

Selesai memeriksa saya, dokternya mukanya masih antara excited dan deg-degan. Saya masih bingung ini sakit apa. Sambil periksa saya, bu dokter ngomong ke suster, "wah retinanya ini kayaknya", "hmm udah kena makula belum ya", "kayaknya itu ya.." "ini RS Bunda kurang lengkap alatnya, padahal saya udah pesan tapi belum di acc terus." Lah bu dokter malah curhat. Lol. Saya cuma senyam senyum tipis aja.

Baru setelah selesai pemeriksaan, akhirnya bu dokter bilang,
"ini retina kamu udah kena, saya ngga bisa diagonis yang pasti karena saya belum sub-spesialis. Kamu segera cari dokter retina yang bagus yaa, di RSCM atau Jakarta Eye Center. Ngga usah pakai tradisional-tradisional ya." katanya sambil muka serius.
"hmm, oke.." kata saya sambil menyernyitkan dahi.
"kemungkinan kamu kena Ablasio Retina. Tapi kamu cek lagi aja sama dokter sub spesialis retina. Ini kalau benar Ablasio, kamu mesti segera operasi." lanjut bu dokter.
"oh gitu.. oke dok." kata saya sambil senyum-senyum panik. (saya kalau deg-degan biasanya cengengesan).
Pulang dari bu dokter, mata saya masih kabur dan semua cahaya terlihat jauh lebih terang. Itu efek cairan tetesan mata yang membuat pupilnya terbuka. Saya segera kabari suami dan ngga mau mikir macem-macem. Takut pasti ya. Tapi kok tadi muka dokternya agak excited kayak saya berhasil lihat mamalia di hutan sih. Hahahaa. Jadi bingung kan.

Yaudahlah. Saya pulang aja. Sepanjang jalan hp saya taruh di tas, ngga berani googling sendiri. Saya mau mikirnya nanti aja di rumah. Takut ngga siap mental.

Saya ngga nyangka pertemuan dengan dokter mata itu menjadi awal dari perjalanan panjang saya bersama dokter mata. Apa itu Ablasio Retina? Insya Allah saya akan ceritain bagaimana perjalanan panjang ini. Semoga bisa bermanfaat buat orang lain yang kebetulan kena Ablasio juga.
Setelah tinggal dua pekan di rumah baru, saya dan suami menggelar syukuran sederhana. Buat kami ini pengalaman baru, karena sebelumnya kami belum pernah menyelenggarakan acara resmi yang mengundang banyak orang ke rumah.

Akhirnya setelah diskusi, kami sepakat menggelar dua kali acara, yang pertama khusus untuk keluarga, yang kedua untuk teman-teman. Kalau digabung sepertinya ngga akan muat rumahnya, hehehe. Saya berbagi tugas dengan suami, saya fokus urusan selamatan ini, suami fokus ke rapi-rapi rumah. Jadi urusan tata letak barang-barang di rumah saya serahkan sepenuhnya ke suami, suami pun demikian ke saya, saya bebas mengatur acara syukuran ini.

Yeayy!
Saya membuat undangan sederhana, pakai power point. Maklum saya tidak terlalu bisa desain, jadi seadanya saja semuanya. Undangan syukuran ini saya sebarkan via WhatsApp. Untuk acara keluarga dan acara teman-teman pun hanya dibedakan di tanggal saja, jadi tidak perlu buat design ulang. Saya cukup senang dengan hasilnya, walaupun sederhana tapi tetap terlihat apik. Bikin sendiri juga.

Bagian paling membingungkan tentunya kursi dan alat-alat rumah tangga lainnya. Saya ngga punya kursi banyak. Sebenarnya bisa pinjam punya RT, tapi saya waktu itu belum tau dan terlalu malu-malu untuk bertanya banyak ke Pak RT. Hahaha. Untungnya ibu saya punya banyak kursi plastik, jadi boyongan bawa meja lipat, kursi, alat makan, sendok, dan lain-lain dari rumah orang tua saya. Masakan pastinya buatan Ibu Bapak saya yang rasanya tidak diragukan lagi.





Saya senang sekali saat ada banyak tamu yang datang, terutama dari keluarga besar saya. Teman-teman pun banyak yang datang. Saya senang sekali mereka semua menyempatkan waktunya untuk main ke rumah kami yang jauhnya ampun-ampunan.

Terima kasih banyak semua yang menyempatkan hadir. Semoga kapan-kapan mau main lagi ke rumahku ya!
Sudah lama banget ngga cerita-cerita di blog ini.. Emang setelah berkeluarga, kehidupan jadi sedikit berubah. Dulu sambil bengong malem-malem bisa menulis apapun. Sekarang kalau bengong enaknya gangguin suami. Hahahaa..

Sedikit cerita tentang keluarga kecil saya. Setelah menikah, alhamdulillah kami sudah ada rumah yang bisa ditempati. Kami tinggal di rumah dinas milik ayahnya suami saya. Rumah ini sudah ditempati suami saya sebelum kami menikah. Rejeki banget bisa sudah ada tempat tinggal untuk ditinggali berdua. Di dalamnya pun sudah ada barang perkakas rumah tangga, jadi kami ngga harus beli barang mengisi rumah dulu. Lokasinya sangat strategis, di tengah kota, dekat dari rumah mertua dan orang tua, saya bisa sering mengundang teman-teman untuk main ke rumah kami. Rejeki banget deh punya mertua baik hati!
Selalu seneng kalau rumah ke datangan tamu
kumpul-kumpul bersama teman
Tapi manusia memang tidak pernah puas yah. Di rumah ini ada yang bikin kami berdua ngga kuat banget. Mungkin temen-temen di Facebook saya udah tau, masalah kucing tetanggaa. Hiks! Tetangga di rumah kami itu kebanyakan pensiunan yang suka pelihara kucing. Ngga tanggung-tanggung, tetangga sebelah kiri pelihara 10 kucing dan tetangga kanan pelihara 5 kucing. Mereka juga ngga ngaku itu peliharaan mereka, karena mereka 'cuma' memberi makan setiap hari. Mereka anggap memelihara itu kalau pelihara di dalam rumah, tidak termasuk yang di luar rumah. Padahal yang di luar rumah jauh lebih banyak dan ganggu tetangga.

Baca juga: Saya Pasca Menikah

Yaa namanya juga kucing liar ya, ngga pernah diajarin toilet training, akhirnya kucing-kucing itu pup di sembarang tempat. Di pinggir jalan, depan rumah, garasi, teras, taman, plafon rumah, genteng, dimana-mana banget. Saya dan suami mesti banget bersihin pup kucing tetangga minimal 3 pup setiap hari. Kalau lagi rejeki ngga ada pup, pasti masih kebagian semriwing bau pipis kucing dari tetangga sebelah. Bayangin aja, pulang kerja capek banget, eh sampe rumah masih harus bersihin pup kucing tetangga. Bangun pagi buka pintu untuk menghirup udara segar, yang kecium bau pipis kucing. Duh, ngga kuat banget deh! Super sedih dan ngga akan ada habisnya bahas masalah perkucingan ini.

Gara-gara masalah kucing ini, saya dan suami jadi ingin sekali punya rumah sendiri yang bebas dari geng kucing. Sambil bersihin pup kucing tetangga, kami setiap hari berdoa yang banyak biar dapat rejeki untuk beli rumah. Nabung yang banyak. Sampai akhirnya setelah kami merayakan anniversary pertama, kami bertekad memberanikan diri cari rumah.

Singkat cerita kami akhirnya random mau survey rumah. Suamiku janjian sama penjual rumah di Bojong Gede, saya janjian sama yang di Citayam. Hari Sabtu kami naik kereta pagi-pagi ke Bojong Gede. Rasanya jauuuh banget Bojong Gede. Ngga sampai-sampai. Dari stasiun masih harus naik angkot dua kali dan sambung dengan ojek untuk masuk ke dalam kompleknya. Kami juga kurang suka sama rumahnya. Sesudah dari Bojong kami ke Citayam. Rumah di Citayam ini rumahnya temen kakak kelas saya di kampus. Saya lihat informasi penjualan rumah dari sharing-an kakak kelas itu.

Pas masuk komplek rumah di Citayam, kami agak deg-deg-an. Kompleknya bagus banget yang model cluster dan ngga pakai pagar rumah. Ya Allah ini mah jauh labih bagus dari bayangan kami berdua. Setelah ngobrol dengan pemilik rumah dan lihat bentuk rumahnya, kami jadi makin jatuh cinta. Tapi yaa gimana yaa.. Kami sama-sama sadar, ini mah too good to be true. Budget kami belum cukup untuk beli rumah itu. Kami galau banget.

Kegalauan ini pun kami ceritakan ke pemilik rumah. Kami beberapa kali ketemu mereka. Ternyata meskipun ada beberapa calon pembeli lainnya, mereka lebih sreg jual rumah ke kami. Mereka ingat perjuangan dulu saat mereka beli rumah pertama. Mereka pun meyakinkan kami agar lebih PD coba apply KPR ke bank. Mereka pun bantu banget prosesnya. Akhirnya kami berdua beraniin nyoba dan ternyata disetujui oleh bank lho!

Kami di rumah baru. Yeaaay

Seneng banget! Saya dan suami menempati rumah baru kami sejak tanggal 4 April 2016. Jadi kado ulang tahun saya yang ke 25. Kado paling nyenengin sedunia!

Alhamdulillah banget saya sangat bersyukur Allah kasih kami berdua kesempatan untuk punya rumah sendiri. Saya juga bersyukur punya suami yang baik dan sabar banget. Emang Allah kalau memberikan rejeki suka ada aja aja jalannya yang ngga terduga. Alhamdulillah.