Showing posts with label cerita cinta. Show all posts
Showing posts with label cerita cinta. Show all posts
Setelah tinggal dua pekan di rumah baru, saya dan suami menggelar syukuran sederhana. Buat kami ini pengalaman baru, karena sebelumnya kami belum pernah menyelenggarakan acara resmi yang mengundang banyak orang ke rumah.

Akhirnya setelah diskusi, kami sepakat menggelar dua kali acara, yang pertama khusus untuk keluarga, yang kedua untuk teman-teman. Kalau digabung sepertinya ngga akan muat rumahnya, hehehe. Saya berbagi tugas dengan suami, saya fokus urusan selamatan ini, suami fokus ke rapi-rapi rumah. Jadi urusan tata letak barang-barang di rumah saya serahkan sepenuhnya ke suami, suami pun demikian ke saya, saya bebas mengatur acara syukuran ini.

Yeayy!
Saya membuat undangan sederhana, pakai power point. Maklum saya tidak terlalu bisa desain, jadi seadanya saja semuanya. Undangan syukuran ini saya sebarkan via WhatsApp. Untuk acara keluarga dan acara teman-teman pun hanya dibedakan di tanggal saja, jadi tidak perlu buat design ulang. Saya cukup senang dengan hasilnya, walaupun sederhana tapi tetap terlihat apik. Bikin sendiri juga.

Bagian paling membingungkan tentunya kursi dan alat-alat rumah tangga lainnya. Saya ngga punya kursi banyak. Sebenarnya bisa pinjam punya RT, tapi saya waktu itu belum tau dan terlalu malu-malu untuk bertanya banyak ke Pak RT. Hahaha. Untungnya ibu saya punya banyak kursi plastik, jadi boyongan bawa meja lipat, kursi, alat makan, sendok, dan lain-lain dari rumah orang tua saya. Masakan pastinya buatan Ibu Bapak saya yang rasanya tidak diragukan lagi.





Saya senang sekali saat ada banyak tamu yang datang, terutama dari keluarga besar saya. Teman-teman pun banyak yang datang. Saya senang sekali mereka semua menyempatkan waktunya untuk main ke rumah kami yang jauhnya ampun-ampunan.

Terima kasih banyak semua yang menyempatkan hadir. Semoga kapan-kapan mau main lagi ke rumahku ya!
Sudah lama banget ngga cerita-cerita di blog ini.. Emang setelah berkeluarga, kehidupan jadi sedikit berubah. Dulu sambil bengong malem-malem bisa menulis apapun. Sekarang kalau bengong enaknya gangguin suami. Hahahaa..

Sedikit cerita tentang keluarga kecil saya. Setelah menikah, alhamdulillah kami sudah ada rumah yang bisa ditempati. Kami tinggal di rumah dinas milik ayahnya suami saya. Rumah ini sudah ditempati suami saya sebelum kami menikah. Rejeki banget bisa sudah ada tempat tinggal untuk ditinggali berdua. Di dalamnya pun sudah ada barang perkakas rumah tangga, jadi kami ngga harus beli barang mengisi rumah dulu. Lokasinya sangat strategis, di tengah kota, dekat dari rumah mertua dan orang tua, saya bisa sering mengundang teman-teman untuk main ke rumah kami. Rejeki banget deh punya mertua baik hati!
Selalu seneng kalau rumah ke datangan tamu
kumpul-kumpul bersama teman
Tapi manusia memang tidak pernah puas yah. Di rumah ini ada yang bikin kami berdua ngga kuat banget. Mungkin temen-temen di Facebook saya udah tau, masalah kucing tetanggaa. Hiks! Tetangga di rumah kami itu kebanyakan pensiunan yang suka pelihara kucing. Ngga tanggung-tanggung, tetangga sebelah kiri pelihara 10 kucing dan tetangga kanan pelihara 5 kucing. Mereka juga ngga ngaku itu peliharaan mereka, karena mereka 'cuma' memberi makan setiap hari. Mereka anggap memelihara itu kalau pelihara di dalam rumah, tidak termasuk yang di luar rumah. Padahal yang di luar rumah jauh lebih banyak dan ganggu tetangga.

Baca juga: Saya Pasca Menikah

Yaa namanya juga kucing liar ya, ngga pernah diajarin toilet training, akhirnya kucing-kucing itu pup di sembarang tempat. Di pinggir jalan, depan rumah, garasi, teras, taman, plafon rumah, genteng, dimana-mana banget. Saya dan suami mesti banget bersihin pup kucing tetangga minimal 3 pup setiap hari. Kalau lagi rejeki ngga ada pup, pasti masih kebagian semriwing bau pipis kucing dari tetangga sebelah. Bayangin aja, pulang kerja capek banget, eh sampe rumah masih harus bersihin pup kucing tetangga. Bangun pagi buka pintu untuk menghirup udara segar, yang kecium bau pipis kucing. Duh, ngga kuat banget deh! Super sedih dan ngga akan ada habisnya bahas masalah perkucingan ini.

Gara-gara masalah kucing ini, saya dan suami jadi ingin sekali punya rumah sendiri yang bebas dari geng kucing. Sambil bersihin pup kucing tetangga, kami setiap hari berdoa yang banyak biar dapat rejeki untuk beli rumah. Nabung yang banyak. Sampai akhirnya setelah kami merayakan anniversary pertama, kami bertekad memberanikan diri cari rumah.

Singkat cerita kami akhirnya random mau survey rumah. Suamiku janjian sama penjual rumah di Bojong Gede, saya janjian sama yang di Citayam. Hari Sabtu kami naik kereta pagi-pagi ke Bojong Gede. Rasanya jauuuh banget Bojong Gede. Ngga sampai-sampai. Dari stasiun masih harus naik angkot dua kali dan sambung dengan ojek untuk masuk ke dalam kompleknya. Kami juga kurang suka sama rumahnya. Sesudah dari Bojong kami ke Citayam. Rumah di Citayam ini rumahnya temen kakak kelas saya di kampus. Saya lihat informasi penjualan rumah dari sharing-an kakak kelas itu.

Pas masuk komplek rumah di Citayam, kami agak deg-deg-an. Kompleknya bagus banget yang model cluster dan ngga pakai pagar rumah. Ya Allah ini mah jauh labih bagus dari bayangan kami berdua. Setelah ngobrol dengan pemilik rumah dan lihat bentuk rumahnya, kami jadi makin jatuh cinta. Tapi yaa gimana yaa.. Kami sama-sama sadar, ini mah too good to be true. Budget kami belum cukup untuk beli rumah itu. Kami galau banget.

Kegalauan ini pun kami ceritakan ke pemilik rumah. Kami beberapa kali ketemu mereka. Ternyata meskipun ada beberapa calon pembeli lainnya, mereka lebih sreg jual rumah ke kami. Mereka ingat perjuangan dulu saat mereka beli rumah pertama. Mereka pun meyakinkan kami agar lebih PD coba apply KPR ke bank. Mereka pun bantu banget prosesnya. Akhirnya kami berdua beraniin nyoba dan ternyata disetujui oleh bank lho!

Kami di rumah baru. Yeaaay

Seneng banget! Saya dan suami menempati rumah baru kami sejak tanggal 4 April 2016. Jadi kado ulang tahun saya yang ke 25. Kado paling nyenengin sedunia!

Alhamdulillah banget saya sangat bersyukur Allah kasih kami berdua kesempatan untuk punya rumah sendiri. Saya juga bersyukur punya suami yang baik dan sabar banget. Emang Allah kalau memberikan rejeki suka ada aja aja jalannya yang ngga terduga. Alhamdulillah.
di depan rumah Abah, saat mudik lebaran 2015
Suami saya, Mirza, dan saya saat ini masih menempati rumah dinas orang tua yang sedang tidak ditempati, di daerah Kalibata, tapi kami selalu bercita-cita ingin memiliki rumah sendiri. Rumah yang sederhana dan tidak terlalu besar, yang paling penting nyaman. Mungkin tipe 36 atau 45, 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, sebuah kamar kerja, dapur, ruang keluarga, garasi dan taman kecil di dalamnya. Bercita-cita tentang rumah impian memang selalu menyenangkan dan menjadi diskusi menarik, mulai dari bentuk kamar, tema, warna, lokasi, semuanya seru!

Sumber gambar : homedecorationworld.com
Tema interior rumah sih belum ditentukan, tapi warnanya pasti biru, warna kesukaan kami! Warna rumah itu ternyata bisa mempengaruhi mood orang-orang di dalamnya lho.. Pasti seneng banget kalau bisa lihat warna kesukaan ada di sekeliling rumah. Mimpi saya, warna dasar rumah kami berwarna biru muda, biru terang dan gelap jadi warna utama, sedangkan pop-up nya hijau dan kuning, juga ada nuansa natural dari warna kayu. Kebanyakan ngga sih untuk jadi palet warna? Harus nanya-nanya anak desain interior nih.. hehe

Selain warna yang harus biru, kami juga pengen lantainya kayu, supaya dingin dan warnanya natural. Ini agaknya mimpi yang sulit diwujudkan, karena biaya pembelian dan perawatan kayu mahal sekali, juga harus berjibaku dengan serangan rayap. Solusi yang sudah terpikirkan rencananya yaa.. ganti aja kayu nya dengan bahan lain yang warnanya mirip, seperti lantai dari Niro Granite. Mereka punya berbagai warna dan tekstur yang bisa dipadu padankan sesuai dengan rumah impian kita. Dari mulai untuk kamar mandi, kamar utama, teras, dinding bertekstur, sampai serumah-rumahnya juga bisa pakai lantai atau dinding dari mereka. Keren ya! Kesukaan saya sih yang warna kayu ebony, cocok banget untuk menambah kesan natural di dalam kamar dan perpustakaan.

lantai warna kayu natural Ebony dari Niro Granite (sumber gambar: www.nirogranite.co.id)
Kalau soal ruangan, yang pertama kali menjadi bahan pembicaraan Mirza, tentunya perpustakaan. Dia punya impian memiliki sebuah perpustakaan kecil, tempat dia tenggelam dalam buku-buku jendela dunia. Impiannya sederhana saja, sebuah ruangan yang di kelilingi lemari tinggi berisi buku-buku, cahaya yang cukup untuk membaca, dan kursi sangat nyaman. Saya tambahkan impian dia itu dengan sebuah meja panjang untuk tempat kami bekerja, tempat komputer, printer, dan alat tulis. Saya juga ingin ada jendela besar yang membuat cahaya bisa masuk dan ventilasi udara bagus. Di bawah jendela besar itu bisa ditambahkan kursi dan laci-laci tempat penyimpanan. Wah.. bisa jadi tempat pacaran juga ini mah..
Tempat duduk di bawah jendela besar, di kelilingi lemari buku, ah cantiknya.. (sumber gambar: www.decoist.com)
Meja kerja model ini yang bisa dibuat lebih panjang, untuk berdua. Kursinya warna biru dong! :D
(sumber gambar: www.nalleshouse.com)
Kalau ruangan favorit saya, tentunya adalah ruang keluarga. Saya senang sekali kedatangan tamu, makan bareng bersama tamu, bikin acara di rumah. Di rumah yang tidak terlalu besar, saya kira ruang keluarga bisa dijadikan satu dengan ruang ruang tamu, sehingga tidak boros ruang dan bisa membuat ruang keluarga lebih besar. Dalam impian saya, ruang keluarga itu harus ada sofa yang empuk, bantal-bantal kecil, karpet, meja yang tidak terlalu besar, foto keluarga, juga hasil prakarya. Gambar di bawah ini saya dapatkan dari A Beautiful Mess, situs yang berisi DIY dan dekorasi lucu dan unik untuk sumber inspirasi
Padanan antara warna kursi, bantal, hiasan meja, dan hiasan dindingnya benar-benar menarik!
(sumber gambar: www.abeautifulmess.com)
Dapur juga penting, karena kalau banyak tamu, pasti banyak yang akan masuk ke dapur. Dapur sih yang penting banyak tempat penyimpanan, laci-laci serba guna, rak-rak yang bagus, dekat dengan kulkas. Warna dapur harus lebih banyak yang nyata dan ceria, karena biar saya ngga takut ke dapur malem-malem hehee. Mungkin warna nyata nya bisa dari keramik lantai yang cantik atau tegel kunci, seperti di BidiBidiBongBong.
Bidi Bidi Bong Bong!
rak-rak penyimpanan, bisa dalam posisi vertikal gini (sumber gambar: Refinery29.com)
Dapur ala ala Norwegian dengan warna biru muda yang cantik serta kayu mempermanis dapur (sumber gambar)
Selain ruangan penting di atas, saya juga pengen ada taman kecil di dalam rumah. Tempat kami bermain dengan anak kami nanti dan menambah kesegaran ruangan. Taman kecil yang bisa dijadikan tempat barbecue atau main kembang api saat tahun baruan, atau sekadar tempat pengamatan bintang.. Bisa juga ditanami tumbuhan-tumbuhan yang dipakai di dapur. Taman yang sederhana dan mudah perawatannya, kombinasi antara rumput, batu, lantai bertekstur, dan pohon cantik..
sumber gambar: (www.minimalisti.com)
Foto-foto lain tentang rumah impian kami bisa dilihat di Pinterest saya. Dengan konsep, warna, ruangan, dan lantai secantik itu, pasti betah banget ya tinggal di rumah. Tinggal diisi cinta aja yang banyak dari orang-orang di dalamnya.. Semoga terwujuuud.. Aamiinn..

***

Bagaimana dengan rumah impian kamu? Yuk tulis cerita tentang rumah impian mu, siapa tau bisa terwujud suatu hari nanti dan bisa dapat kado make over kamar mandi gratis dari Niro Granite kalau tulisannya menang. Sila cek persyaratannya di sini yaa.. Deadline nya 31 Agustus dan pengumuman pemenang tanggal 14 September 2015. Selamat menulis!

#DreamsWellEngineered
halo haloo..

Sudah hampir satu tahun saya menikah dengan kekasih hati, tapi baru sekarang nih bisa sempet cerita tentang dekorasi pernikahan kami. Sejujurnya.. seperti banyak calon pengantin lainnya, saya pun punya segudang harapan tentang dekorasi pernikahan kami, seperti yang pernah diceritakan di sini.

Namun ternyata tidak semua harapan kita bisa menjadi kenyataan. Banyak hal-hal yang akan menjadi kendala di persiapan pernikahan, dari mulai uang, keinginan pasangan, pendapat keluarga, waktu, dan sebagainya, yang tentunya membuat kita pusing tujuh keliling. Bahkan dari banyak cerita teman atau keluarga, ternyata ada juga lho calon pengantin yang akhirnya ngga jadi nikah gara-gara ribet dan berantem terus saat persiapan pernikahan. Padahal inti dari pernikahan kan bukan di pesta nya yaa.. tapi di akad nikah yang sakral itu dan hari-hari setelah pernikahan.



Kalau kami, dekorasi impian ngga bisa terwujud adalah karena dari sisi ketersediaan dana dan waktu. Ternyata, dekorasi pernikahan yang cantik-cantik di Instagram, Pinterest, situs-situs persiapan pernikahan, foto-foto dari fotografer terkenal, googling, dan sebagainya itu mahal-mahal! Tentunya mahal itu relatif yaa dan harga emang ngga bohong, tapi kalau bagi kami sih sayang banget kalau menghabiskan puluhan juta hanya untuk dekorasi, mendingan buat DP rumah.. Hehehe waktu untuk cari-cari bantuan bikin dekorasi DIY juga udah ngga ada, jadilah akhirnya kami memutuskan untuk pasrah aja, yang penting ada hiasannya, tetap cantik, dan rapi hehe.

Saya pakai dekorasi paketan dari Paramitha Catering. Waktu itu (2014) harga paketnya Rp 10,000,000 dengan fasilitas ini:

  • Dekorasi pelaminan
  • Pelaminan
  • Taman miniatur air mancur depan pelaminan
  • Pohon palem untuk background pelaminan
  • 4 standing flower di pelaminan
  • 6 standing flower di karpet jalan
  • 4 standing ranting & standing stock
  • Pagar ranting untuk background penerima tamu
  • Gazebo kristal untuk di pintu masuk

Bonus:

  • Tempat angpau
  • Tempat souvenir
  • Buku tamu 4 buah
  • Spidol 4 buah
  • Umbul-umbul + Janur
  • Standing foto 4 buah
  • Meja galeri
  • Dekorasi desert, buffet, & VIP
  • Ice carving & ice tray
  • Hiasan kain untuk "photo booth" sederhana

Alhamdulillah banget dapet banyak bonus dan untuk harga segitu sudah lumayan banget hasilnya tidak mengecewakan, rapi, dan cantik. Ini dia foto-foto dekorasinya..












Kalau buat saya, dekorasi dari Paramitha Catering ini paling baik dan rapi dibandingkan dengan catering lain sekelasnya, yang harganya ngga beda-beda jauh. Ada catering yang sedikit lebih murah, tapi standing flower nya lebih sedikit dan kurang rapi. Jadi kita perlu perhatikan juga dari paket katering, kita bisa dapet apa aja dan bagaimana penampilan mereka di pernikahan sebelumnya. Berdasarkan survey kami, untuk dekorasi setingkat di atas catering sekelas ini, harganya udah berbeda 10 juta lho.. Jadi pinter-pinternya kita aja menyesuaikan ketersediaan dana dengan harapan calon pengantin hehe

Oiya, untuk di Gedung PPSDM, Blok M, dekorasinya agak tricky nih, karena bentuk gedungnya memanjang bukan melebar. Nah kalau saya sih waktu itu siasatnya adalah meja makanan buffet yang satu dibuat memanjang, sedangkan yang satu lagi di ruang belakang bentuk bulat kecil, jangan sampai bagian belakang banyak ruang yang ngga terpakai gara-gara meja buffet nya menghabiskan tempat. Kemudian ruang VIP ada di sisi kanan pintu utama.

Beberapa pernikahan di PPSDM menaruh meja tamu di lantai 1, tapi kemarin saya meja tamunya tetap di depan pintu masuk, supaya penerima tamunya juga ngga kasihan di bawah susah ngambil makanan hehe. Selain itu di depan pintu masuk ruangannya, ada ruang kantor gitu yang ngga cantik kalau ngga ditutupin, kita bisa siasatin ini dengan pakai hiasan kain dan meja galeri atau juga bisa photo booth.

Secara teknis, beberapa hari sebelum pernikahan biasanya ada technical meeting dengan penanggung jawab vendor dekorasi. Saat itu, kita bisa minta dibuatkan lay out nya oleh mereka.

Oke deh, selamat berjuang yaa calon-calon pengantin!

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..



Hello, selamat malam,

Saya mau cerita sedikit tentang rias dan busana di hari pernikahan saya dan Mirza. Sejak sebelum memutuskan untuk pakai katering Paramitha di pernikahan kami, saya dan si mas sudah googling tentang sanggar rias rekanan Paramitha. Dari hasil googling, kami merasa kurang sreg dengan sanggar rias yang ada dalam daftar rekanan. Bukan apa-apa, tapi karena saya ngga menemukan baju warna biru yang pas dengan selera saya. Sempat ke salah satu sanggar riasnya, tapi ngga ketemu juga baju yang cocok.

Yaudah jadilah saya googling sanggar rias lain yang harganya ngga jauh beda. Dari hasil googling dan berkelana di berbagai blog persiapan pernikahan, bertemulah saya dengan Sanggar Arabella, punya mbak Welni Oktavia. Dia rekanan katering Amira. Menurut saya, riasannya pas, kreasi kerudungnya juga cantik-cantik banget. Akhirnya saya kontak mbak Welni dan datang ke sanggarnya.

saya dan Mbak Welni yang jago bikin pengantin makin cantiik

Saat datang ke sanggarnya, kami (saya dan si mas) disuguhi oleh album foto yang isinya foto-foto baju pernikahan. Bajunya cantik-cantik banget. Dan di antara kebaya yang dipajang, ada kebaya yang belum jadi berwarna biru. Warnanya cantik sekali! Sesuai dengan bayangan! Bawahannya belum jadi, tapi saya udah naksir berat. Selain kebaya biru yang menarik perhatian saya, ada juga kebaya merah muda dengan aksen hijau mint, yang keren banget dan akhirnya dipakai oleh Dita di pernikahannya (saya ngga kenal Dita sih, tapi waktu persiapan pernikahan sering banget baca blog dia hehe thank you Dita).

Pokoknya menurut saya baju-baju nya Arabella cantik-cantik modern deh! Banyak pilihan! Kata Mbak Welni sih, dia selalu bikin baju baru setiap beberapa bulan, biar ngga bosen. Bahkan meskipun kita pakai baju lama, Mbak Welni akan menambahkan aksen baru dalam kebaya kita. Makanya bikin keliatan beda. Di baju resepsi saya misalnya, aksen pink di leher itu tempelan lho, tapi ngga keliatan kaan.. bikin cantik kaann... uhuuw

Terus kalau kita mau bikin sama dia juga bisa, ada penjahitnya. Bisa bikin buat menjadi milik, bisa juga bikin untuk perdana, yang artinya kita bikin sesuai keinginan kita tetapi nanti bajunya bukan menjadi milik kita alias dikasih ke Arabella. Keuntungan baju perdana adalaah.. kita bisa pakai baju yang belum pernah dipakai pengantin sebelumnya, lebih murah, dan bisa sesuai dengan keinginan kita. Kalau soal harga, silakan tanya Mbak Welni langsung yaa..

rias dan busana akad, juga orang tua pengantin


Setelah mengambil keputusan untuk pakai Sanggar Arabella, kami menghubungi Mbak Shinta Paramitha dan katanya boleh kok kalau saya mau pakai Sanggar Arabella. Saya juga tanya ke Mbak Welni, dia bisa juga sama Paramitha, meskipun bukan rekanan. Dampak dari pakai sanggar di luar rekanan adalah.. harganya biasanya lebih mahal. Kemarin saya dapat lebih mahal 1 juta. Kalau harga rekanan di Paramitha kan 5 juta, harga paket Sanggar Arabella di Amira Katering juga 5 juta. Tapi karena ngga rekanan, akhirnya jadi 6 juta. Ngga papa sih.. Ngga terlalu banyak bedanya.

Daan.. ini dia hasil riasan Mbak Welni dan tim nya yang koperatif, kece-kece, sopan, ramah dengan keluarga-keluarga.

baju akad

baju resepsi

rias dan busana penerima tamu

rias dan busana among tamu, sayang bajunya ada yang agak kebesaran

lagi dirias setelah sah dinikahin Mirza

Kalau buat saya, Sanggar Arabella terbaik lah di kelasnya. Relatif murah (setengah harga dari sanggar rias terkenal), tapi riasannya bagus. Baju juga bagus-bagus. Orangnya enak diajak ngobrol, blak blak an, on-time, dan megang janji. Selain itu kalau ada keinginan-keinginan khusus dari kita juga tinggal dikomunikasikan aja. Saya puas banget!

Semoga sukses terus sanggar Arabella!

Cheers!
Diny
Salah satu cita-cita yang ngga kesampaian di acara pernikahan adalah dari sisi dekorasi. Saya pengen banget dekorasi pernikahan saya DIY ala ala, yang lebih banyak dekorasi dari kertasnya dan bunganya walau sedikit tapi maksimal.

Pelaminannya pakai dekorasi kertas kayak ginii.. uwuwuwww~ Kertas yang belakang itu, bikinnya relatif mudah lho, coba klik link di sumber gambar, atau bisa juga lihat model paper flower, tutorialnya ada di LivingLoving.

(sumber gambar)
Dekorasi tempat makanan, di dominasi pita, kain bermotif, brukat cantik, lolipop warna warnii~

(sumber gambar)
Photo booth pakai rumbai-rumbai kertas, ada tutorialnya juga nih, sila cek link di bawah gambar. Atau bisa juga rumbai kertasnya berbentuk origami burung atau pesawat. So cuute...

(sumber gambar)
Kalau bukan kertas, ya tentu saja, kesukaan saya yang lainnya: kupu-kupu!

Kupu-kupunya bisa dibuat menjadi hand bouquet macam di bawah inii, cantik banget kaaan..

(sumber gambar)
 Atau menjadi hiasan meja, warna-warni pakai kupu-kupu plastik. Lovely..

Hiasan meja, daripada kain kain diuwel-uwel, mendingan kupu-kupu kaan (sumber gambar)
Nah, kalau tadi contoh-contohnya dekorasi pernikahan di luar negeri, ternyata di Indonesia sendiri, ada juga contoh DIY wedding yang keren banget!

Ini dia contohnyaa..

pelaminannya cantik banget kaan, ini lokasinya di panti werdha lho (sumber gambar).
Pintu masuk dari kertas warna-warniiii <3 <3 <3 ini lokasinya di Kebun Raya Bogor lho..
(sumber gambar)

Kemudian buku tamunya pakai cap jempol macam beginiii.. Kalau temen-temen mau pakai model beginian, bisa download di sini ada printable nya. Sayangnyaa ngga disetujui sama calon suami dan panitia pakai cap jempol kayak gini, karena tamu kami banyak orang tua yang rempong dan ngga bakal mau ngecap-ngecap gini. hiks hiks hiks..

Cap jempol! (sumber gambar)

Tapi yang namanya mimpi sama kenyataan, ya beda yah. Ada beberapa hal yang perlu dipikirkan kalau mau dekorasi pernikahan dengan tema DIY.

Tempat pernikahan
Dekorasi pernikahan dengan tema DIY seperti ini paling cocok dipakai untuk pesta pernikahan di tempat yang tidak terlalu besar, misalnya pernikahan di rumah atau taman. Kalau tempatnya outdoor, bagian yang perlu di dekorasi lebih menyebar dan banyak. Kalau di gedung, juga musti pinter-pinter merencanakan pakai dekorasi DIY seperti apa. Nah, kemarin saya nikahan di gedung, indoor, dan udah ada karpetnya.

Waktu
Waktu yang tersedia untuk dekorasi, sangat berkaitan dengan pemilihan tempat. Pernikahan di rumah, bisa H-1 hari kita sudah mulai dekorasi, waktunya cukup panjang. Tapi bila pernikahannya di gedung, biasanya kita hanya punya waktu sekitar 6 jam (mulai dari tengah malam) untuk dekorasi gedung. Kita harus bisa pastikan bahwa semua barang dekorasi (pompom kertas, kain, origami, atau yang lainnya) hanya tinggal diletakkan, jadi kita sudah mencicil buat dekorasi DIY nya dari jauh-jauh hari.

Siapa yang kerjain?
Kalau saya ngerjain sendiri, akan ribet dan bakal mempengaruhi mood hari H. Belom tentu hasilnya seperti yang saya bayangkan. Temen? Bisa sih, tapi siapa aja yang bisa punya waktu banyak dan luang, saya ngga yakin juga ada yang bisa meluangkan waktu demikian banyak untuk dekorasi tempat di H-1 sampai begadang-begadang. Vendor rekanan catering? Vendor rekanan catering saya ngga ada yang biasa ngerjain dekorasi yang ngga umum seperti DIY ini.

Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk dekorasi sangat berkaitan dengan poin di atas, siapa yang kerjain. Kalau temen sendiri dan dikerjain ramai-ramai, tentunya akan jauh lebih murah. Tetapi kalau mau dikerjakan vendor pernikahan, biasanya harganya jauh lebih mahal daripada dekorasi pernikahan standar. Kenapa? Karena mereka biasanya harus beli barang-barang baru (yang sesuai untuk dekorasi DIY). Sekarang ini sudah banyak sih pilihan vendor yang bisa mengerjakan dekorasi pernikahan DIY, yang saya tau contohnya adalah Azka Anggun Art tapi mahal (tergantung standar mahal kita sih). Atau bisa juga kita tanya ke crafter-crafter keren Indonesia, seperti Dreamesh, Kitty, mbak Nike + Miranti dari LivingLoving, atau mbak Ria, mungkin mereka bisa membantu mewudkan pernikahan DIY impian kita.

Jumlah tamu dan konsep pernikahan
Dekorasi DIY menurut saya sangat cocok untuk pesta pernikahan sederhana dengan tamu tidak lebih dari 500 orang. Pesta kecil yang hangat dan pengantin bisa keliling ngga cuma diem aja di pelaminan. Kalau pestanya besar, bisa juga sih tapi dekorasinya musti yang besar-besar juga.

***

Berdasarkan pertimbangan dari poin-poin di atas, akhirnya saya dan Mirza memutuskan untuk ngga bisa pakai dekorasi DIY di pernikahan kami.

Saya akhirnya pakai dekorasi standar pernikahan di Jakarta, seperti taplak meja dirempel-rempel, kain dibuat bervolum, bunga di sudut yang ini dan itu, pelaminan gebyok, karpet merah, dan sebagainya. Hehe soalnya ngga pakai ribet, tinggal pilih warna sama bentuk. Juga ngga pakai mahal, karena sudah paketan sama cateringnya.

Sedih sih, tapi ya mau gimana lagi. Lagian yang penting kan nikahnya, bukan pestanya. Hehe

Buat temen-temen yang masih optimis mau pakai dekorasi DIY, sila berselancar di link sumber gambar yang saya cantumkan di atas dan buka blog-blog crafter. Ada link tutorialnya juga lho..

Semoga bermanfaat!
Hai hai halo!

Wah semenjak menulis tentang persiapan pernikahan, ternyata blog saya makin ramai pengunjung lho.. Hore! Alhamdulillah kalau bisa bermanfaat yaa.. Semangat semangat calon manten! Semoga lancar dan sukses acaranya..

Ngomong-ngomong, bulan ini saya sudah 6 bulan menikah. Kata orang, bulan-bulan awal ini semuanya rasa surga, senang teruus, rasanya dunia cuma milik berdua, ngga ada berantem-berantem. Ternyataa..... bener juga sih! Dunia terasa lebih indah, lebih menarik, dan menantang. hahahaa! Sampai sekarang juga masih gitu kok! Senang sekali rasanya, ketika bangun pagi, yang pertama kali dilihat adalah orang yang paling kita sayang, juga sebelum tidur, dia bisa dipandangi sepuasnya.
Uwuwuwuwuu~

dimulainya hidup baru

Saya jadi teringat salah satu kalimat yang banyak diucapkan tetamu saat hari pernikahan kami..
Selamat menempuh hidup baru..
daan, benar sekali! Pernikahan adalah dimulainya hidup kami yang baru. Hidup saya yang baru, hidup Mirza yang baru. Di bulan-bulan pertama pernikahan, saya agak-agak syok dengan semua perubahan dan tantangan yang datang bertubi-tubi. Sehingga muncul lah postingan saya yang ini. Banyak sekali ternyata espektasi-espektasi dari berbagai sisi, pun dari diri saya sendiri. Oleh karena itu, saya menganjurkan teman-teman yang sedang mempersiapkan pernikahan, untuk bukan hanya sibuk dengan persiapan hari akad dan resepsi, tapi juga hari-hari berikutnya, hari-hari yang bisa sangat berbeda dari kehidupan kita sebelumnya!

Enam bulan ini, ada beberapa perubahan besar yang terjadi dalam diri saya, misalnya..

Saya bisa masak!
Hore! Sebenarnya, bapak dan ibu saya sangat jago memasak, sampai teman-teman yang pernah main ke rumah pasti ketagihan makan masakan mereka. Sayangnya sampai hari pernikahan, saya hampir ngga pernah masak. Tiga bulan sebelum menikah, saya sempat mau belajar masak sama bapak, tapi akhirnya cuma jadi wacana. Kalau belajar sama Ibu, pasti Ibu ujung-ujungnya Ibu males, karena saya kebanyakan nanya dan bakal berantakin dapurnya beliau.

Saat saya minta ajarin masak, Ibu selalu bilang,
"nanti juga kalau sudah menikah akan bisa sendiri, Ibu juga dulu ngga bisa masak waktu nikah"
Dan kenyataannya adalah.. 1 bulan pertama, saya nge-Path ini

saking ngga pernah masak enak hihihi
Masakan saya rasanya amburadul. Masak nasi aja ngga sukses, kadang kelembekan atau kekeringan (akhirnya minta ajarin Mirza). Masak lauk kadang keasinan, ngga ada rasanya, aneh, macem-macem lah! Untung Mirza ngga protes, cuma senyum-senyum aja sedikit, dan dia ngasih tips tips pun juga ngajarin apa yang bisa diajarin. Saya juga sering telepon Ibu untuk nanya resep atau nanya urusan dapur lainnya. Eh tapi yang namanya masak itu ternyata keahlian, alias kalau dilatih setiap hari dan mau belajar yaa bakal bisa. Bener! Sekarang saya masak setiap hari lho! Kata Mirza dan beberapa teman, masakan saya udah enak, yaa walau ngga seenak masakan Ibu-Bapak sih. :D Alhamdulillah. Kapan-kapan saya bagikan resep makanan yang super mudah, cocok untuk pemasak pemula kayak saya ;)

Sekarang sudah bisa masak enak macam ini wuhuuw!

Saya mematikan lampu kamar mandi!
Ini sepele banget ya keliatannya, tapi lumayan lhoo.. Sebagai 'anak lingkungan' pasti udah ngeh dari lama lah ya, hemat energi itu penting. Namun demikian sedari dulu saya ngga punya kebiasaan mematikan lampu kamar mandi di rumah, nyelonong aja lewat tanpa inget ada lampu yang harus dimatiin hehe sedangkan Mirza punya kebiasaan ini, dan dia agak gatel gitu kalau saya ngga matiin lampu kamar mandi. Sebulan pertama pernikahan kami, hampir tiap hari saya diingetin untuk matiin lampu kamar mandi kalau sudah ngga digunakan. Akhirnya sekarang sudah jadi kebiasaan baru deh. Hore!

Saya mencuci piring kotor!
Hahahahaa! ya dulu sebelum nikah saya ngga pernah mau cuci piring kotor, apalagi alat-alat masak yang habis dipakai. iih, males banget. Tangan saya alergi sabun cuci piring, serius! Jadi kering-kering dan gatal-perih gitu. Males kaan? (udah, iya in aja.. ahahahaa). Tapi habis nikah, ngga jadi anak manja lagi doong, uhuyy, udah bisa cuci piring sekaraang!Bahkan, sekarang ini, hampir setiap hari saya cuci piring, habis masak dan makan langsung cuci piring! Keren banget kan? Horee Diny si anak pintar! :D
Cuci piringnya pakai sarung tangan, biar ngga rusak tangannya

Saya bawa kunci rumah tanpa menghilangkannya!
Semenjak SMA, saya mulai dipercaya untuk membawa duplikat kunci rumah, untuk jaga-jaga kalau di rumah ngga ada orang, saat saya sudah pulang sekolah. Tetapi kenyataannya, saya paling sering menghilangkan barang, apalagi kunci rumah yang ukurannya cuma secuil. Berkali-kali dikasih, berkali-kali pula saya hilangkan dan jangka waktu antar kunci maksimal 3 bulan! Sampai akhirnya, Bapak-Ibu kapok, saya ngga dikasih kunci rumah lagi.

Namun demikian, its so yesterday! Dari sebelum menikah, saya udah bilang persoalan ini sama Mirza, tapi dia kekeuh pokoknya saya HARUS bisa jaga kunci rumah dan tanggung jawab sama kunci itu. Harus. Titik. Tanpa alasan apapun...... Yah udah deh, mau bagaimana lagi, belom apa-apa udah dikasih ultimatum. Jadi saya bener-bener jagain banget kunci itu, dalam sehari bisa kali saya ngecek keberadaan kunci rumah sampai tiga kali. Dan sampai sekarang, berhasiiill! Dalam 6 bulan, kunci rumah masih aman! Hore! Rekor nih! Semoga sampai selamanya ngga menghilangkan kunci rumah lagi. Aamiin!

Saya bisa nyapu dan ngepel!
Walaupun ngga setiap hari banget nyapu-ngepel, tapi minimal saya melakukannya lhooo.. Beneran! Eh tapi kalau beres-beres rumah sampai rapi serapi mbak ART yang beresin rumah, belom bisa. hehe Standar rumah/kamar rapi saya sangat rendah soalnya. Lalala~ no comment. ;)

Saya lebih sering di rumah!
Dulu sebelum nikah, hampir setiap akhir pekan saya pergi. Main sama si ini, si itu, ke acara ini, itu. Rasanya kalau cuma di rumah aja, pikiran jadi uring uringan! Tapi sekarang, rumah jadi terasa lebih menyenangkan, saya lebih menikmati santai di rumah! Ada yang bisa diajak ngobrol macem-macem, becanda, atau sekadar tidur-tidur cantik sih. Keluar rumah buat main sih masih ada waktunya, biasanya cuma satu hari aja, misalnya hanya hari Minggu, atau Sabtu. Atau satu-dua kali main setelah pulang kerja.

***

Jadiii.. Gimana ceritanya anak manja yang ngga bisa semua pekerjaan rumah tangga ini dipercaya orang tuanya untuk membina rumah tangga? Ngga tau ;)

Mungkin karena orang tua saya selalu mengajarkan untuk harus siap menerima konsekuensi apapun dari keputusan yang saya ambil. Seperti keputusan menikah ini misalnya. Mereka tau bahwa saya tau, diri saya ini belum bisa berbagai macam teknis menjadi ibu-rumah-tangga, tapi nekad mau nikah. Yaudah, salah saya sendiri ngga belajar dari dulu-dulu, jadi baru kelimpungan habis nikah kaann. Tau rasa kamu din! :D Tapi ternyata, akhirnya alhamdulillah bisa juga nih, dengan berbagai proses adaptasi ini itu, diajarin Mirza ini itu. hihihi.

Untungnya jugaa, Mirza orangnya mau bantu urusan rumah tangga. Jauh dari sebelum menikah, dia udah tau saya agak slebor kalau urusan rumah tangga, sedangkan dia udah bisa semua. Karena udah tau dari awal, akhirnya dia melatih saya dikit dikit supaya bisa ini itu dan bisa mandiri. Dia juga bukan tipe lelaki yang serba minta dilayanin, jadi ya pokoknya saling bantu dan memperbaiki diri aja deh. Semoga makin lama, makin banyak hal-hal positif yang menjadi kebiasaan baru yaa.. Aamiin!

Dia juga memasak di akhir pekan
***

Hidup itu seru! Selamat berjuang untuk apapun yang sedang teman-teman kerjakan!
Sampai saat ini ternyata bagian paling sulit dari menikah di usia muda adalah memuaskan semua harapan dari lingkungan sekitar (bukan suami):

- cepat hamil
- pintar memasak enak
- rumah selalu bersih rapi dan tak berdebu
- badan suami yang menggemuk
- segala perlengkapan yang digunakan suami selalu rapi bersih
- tetap berprestasi di kantor
- sekolah lagi di luar negeri
- badan dan muka tetap cantik bersinar dan proporsi ideal

apa lagi?

Oiya!

Dan tidak boleh kesal, marah, dan bete kalau orang-orang menuntut ini itu dan sebagainya, karena niat mereka pasti baik.

Kenapa ini lebih sulit dilakukan di usia muda? Karena umumnya anak muda tidak punya cukup kesabaran untuk menghadapi semua itu.

Sekian.
Undangan pernikahan kami sudah jadiii.. Undangannya baguuss sekalii, saya dan Mirza sangat sukaa..

Desain undangan dibuat oleh teman baiknya Mirza bernama Nisa Rohiema Ishak, kalau tertarik minta dia design monggo googling aja yaa.. :D ini dia designnyaa

ini sampul depannya