Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Salah satu materi dasar di latihan teater adalah olahrasa. Ada banyak cara melakukan latihan olahrasa. Misalnya kita duduk tenang, atur nafas, sambil menenangkan pikiran.. Benar-benar belajar fokus dan tenang. Bisa juga dengan melihat ke titik tertentu sambil duduk tegak dan melipat kaki, atau bisa juga dengan berjalan super lambat sepanjang 10 meter, dan lain-lain

sumber gambar: http://goo.gl/TXd4rt



di antara rintik hujan,
ku temukan raut mu
menari-nari dalam sepi

di antara daun gugur,
ku temukan senyum mu
terduduk rapi berseri

di antara kelopak bunga,
ku temukan rasa mu
mendongak asa isi hati

di antara sebuah aku,
ku temukan diri mu
bersembunyi
meringkuk ringkih.


untuk mu,

semoga berbahagia disana
sampai sekarang, puisi ini menjadi salah satu puisi yang paling saya suka.
puisi ini karya M. Aan Mansyur, judulnya Bermain Hujan.
entah kenapa, saya emang suka hujan. bau nya, suasana nya, udara nya, langit nya, dan lain-lain.  Sukaa!
mungkin itu sebabnya saya suka puisi ini.
kalo ngga salah, saya dapet puisi ini dari kompas minggu, di kolom Sastra.

kita masih berada dalam sebuah koma

kita rangkai segala yang manis
                  menjadi pola pola m a n j a

                  terlalu manja
                  hingga kata kata berlekatan mesra,
                                   t a k  i n g i n  d i l e p a s,
                                                    t a k  i n g i n  d i u r a i

,

kita masih berada dalam sebuah koma
                  k  o   m   a     panjang tak bertepi

,

kita masih merangkai pola

   "agar taman hati kita selalu terbungkus bunga-bunga",
                                                                             begitu katamu

,

kita masih merangkai kata

   "agar kata kata yang tak pernah menjelaskan kita
                                               selalu menjahit taman hati,"
                                                                               begitu katamu

,



***

tata letak dalam puisi ini diinspirasi oleh buku kumpulan puisi Agus Noor, Ciuman yang Menyelamatkan dari Kesedihan.
?


kita memulainya dengan tanda tanya
merangkainya dengan koma
dan mengakhirinya dengan titik

kita adalah kita yang kita rangkai menjadi kita
kita bahkan adalah kalimat-kalimat mesra
yang kita tulis di dinding kota

,

kita adalah kita
aku dan kamu
mungkin suatu hari nanti kita akan menjadi
kamu dan aku

entah


.
di sela-sela bikin proposal KP, saya nyoba-nyoba lagu di laptop nya mas. Eh ada nama yang unik.. PMDK. Wah lagu apaan nih? Langsung saya coba..

TERNYATA

itu lagu kami! Iya kami! Saya baru inget kalo kami pernah bikin musikalisasi puisi! PMDK itu singkatan dari Pinta Mirza Diny Karawitan. Kami bikin musikalisasi puisi dalam rangka persiapan buat apresiasi seni acara mabit. Niat banget yaa? Hehe iya emang.

Musikalisasi puisi itu kami buat pake puisi nya Sutardji Calzoem Bachri yang judulnya Idul Fitri. Ini puisi nya..

IDUL FITRI
Lihat
Pedang tobat ini menebas-nebas hati
dari masa lampau yang lalai dan sia-sia
Telah kulaksanakan puasa ramdhanku,
telah kutegakkan shalat malam
telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang
Telah kuhamparkan sajadah
Yang tak hanya nunu Ka'bah
tapi ikhlas mencapai hati dan darah
Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu
Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya
Maka aku girang-girangkan hatiku
Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukan setiap malam
Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang
Namun si bandel Tardji ini sekali merindu
Takkan pernah melupa
Takkan kulupa janjiNya
Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab Cinta

Maka walau tak jumpa denganNya
Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini
Semakin mendekatkan aku padaNya
Dan semakin dekat semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalai
berlupa
O lihat Tuhan, kini si bekas pemabuk ini ngebut di jalan lurus Jangan kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia

Kau biarkan aku menenggak marak cahayaMu di ujung usia
O usia lalai yang berkepanjangan yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan
jangan Kau depakkan lagi aku di trotoir tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia

Maka pagi ini
Kukenakan zirah la ilaha illallah
aku pakai sepatu siratal mustaqiem
akupun lurus menuju
lapangan tempat shlat ied
Aku bawa masjid dalam diriku
Kuhamparkan di lapangan
Kutegakkan shalat dan kurayakan kelahiran kembali di sana

*
nyeees banget kan puisinyaaa! Puisi ini waktu itu yang bawa si Mirza. Musikalisasi puisi nya kami buat bareng-bareng, trus pinta yang main gitar, saya nyanyi, mirza baca puisi. Diulang-ulang terus tapi suara saya tetep gitu, ga bagus-bagus! Haha emang ga bakat nyanyi.

Akhirnya itu musikalisasi puisi ga jadi dipentasin dan teronggok di laptop mirza. Saya ngga jadi ikut ke acara itu, soalnya harus mentas teater.

Tapi kenangan itu masih rapi dalam ingatan.
Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

*
selamat tinggal bulan Juni. Terima kasih telah menghadirkan hujan sore ini. Terima kasih telah mengajarkan ku banyak hal, terutama tentang pertemanan laki-laki dan perempuan.

*
terima kasih pak Sapardi, telah membuat puisi yg begitu indah ini. Terima kasih pula telah membiarkan nya menjadi musikalisasi puisi yang mengisi senja di bulan Juni.
ada temen saya yang suka pergi ke taman-taman di jakarta. Ga tau ngapain. Mungkin cuma dateng aja lalu duduk duduk, menikmati sisa ruang terbuka hijau di ibukota.
Hmm jadi inget puisi nya chairil anwar yang judulnya Taman.

Taman

Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak
berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia

bagus ya puisinya..
Puisi ini pernah dibikin musikalisasi puisi nya sama kak dowenk. Jadi makin romantis..
kemarin saya nge post puisi saya yg judulnya 'di antara aku' sama tentang puisi favorit gw yang judulnya 'bermain hujan'. Tapi postingan nya hilang entah kemana setelah blog bermasalah, tadi pagi. Huuff sayang sayang
"aku tau kau ada
entah di sebelah mana dari tubuhku
apakah aku demikian untuk mu?
aku tak punya banyak bahasa
untuk mengatakan cinta atau rasa lainnya
yang mungkin berlebihan
tapi nyata"

puisi dari si ganteng, jaman pdkt
Tadi latihan pertama kali bidang teater Artist. Latihannya di belakang UPP IPD.  Besok kami bakal menampilkan penampilan perdana Teater Artist.  wuuhaa! Teater Artist itu Teater nya anak mipa, baru aja di bikin.  Artist = Art Scientist.  Belum fix sih nama teaternya, untuk sementara itu dulu.
Nah, buat pertunjukan besok, karena gw ga sempet buat naskah, akhirnya gw mikir besok nampilin pembacaan puisi aja.  Latihannya lebih gampang, cepet, dan mungkin di lakukan.  Puisi yang gw pilih adalah puisi nya W.S. Rendra yang judulnya Sajak Pertemuan Mahasiswa. WS Rendra pernah bacain puisi itu juga di depan mahasiswa Universitas Indonesia dan pernah juga dibacain di dalam salah satu adegan film "Yang Muda Yang Bercinta".  Gw sendiri juga belum pernah nonton film itu, katanya sih di sutradarain Sumandjaja. Buat yang pernah nonton Ada Apa dengan Cinta pasti tau kan Sumandjaja? hehe  Naskah puisinya gw cari di internet.

ini naskah nya:

Sajak Pertemuan Mahasiswa
oleh: W.S. Rendra


Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.

Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan.

Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”

Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”

Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.

Tentu kita bertanya : “Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”

Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?

Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba. Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.

Dan esok hari matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai menjadi ombak di samodra.

Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita berdiri di pihak yang mana !



Jakarta 1 Desember 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi

*
besok yang ikutan mentas ada 10 orang, baca gantian.  Baru latihan satu kali niiiiih buat besok.. huhuu. Tapi anak2nya pada semangat belajar, jadi gw juga ikutan semangat.. ^_^
Ga sabar buat latihan teater benerannya deh..

Setelah besok mentas, baru gw presentasi tentang teater mipa bakal ngapain aja.  Gw presentasi pake prezi, tadi sempet diajarin puji gimana bikin presentasi lucu keren mantab gampang pake prezi. Cobain deh!! prezi.com trus coba-coba bikin presentasi atau apa gitu. Keren dan kreatif!

Ayolah kawan-kawan datang yaa ke Launching Balon Artist di B.101 FMIPA UI kamis, 14 April 2011 jam 16.00 WIB!