Ada banyak hal menarik yang saya pelajari di fase baru dalam kehidupan saya, yaitu fase bekerja. Sejak dua bulan terakhir, saya kerja di salah satu lembaga penelitian di kampus. Waktu itu saya udah pernah cerita disini. Hal-hal yang saya pelajari ini adalah hasil dari pengamatan saya pribadi selama saya bekerja (baru 2 bulan), alias sebagai anak baru, jadi kalau ada yang salah-salah ya maaf-maaf yaah hehe.
kemarin tanggal 25 September 2013, tepat 4 tahun saya berpacaran sama mirza.

coba ah saya review hubungan saya dan mirza

waktu temenan doang :
mirza adalah salah satu teman nyebelin sekaligus nyenengin.

Nyebelin karena dia suka nyeleneh, suka seenaknya (belakangan saya sadar ini bikin dia sangat apa adanya, ngga tukang pura-pura). Saya kenal dia di tempat les, Mabit Nurul Fikri Mampang. Dia teman sekelas saya di rombongan B. Dulu waktu masih les, dia sering banget bolak balik keluar masuk ruang kelas, duduk selonjoran di depan kelas (padahal masih dimulai pelajarannya), suka ngelawan kalo dikasih aturan yang ribet, kalo ketawa paling keras dan ngakak, dan salah satu murid pintar (kalo ngga salah waktu departemen matematika dia juara kelas deh).

Salah satu hal yang sangat membuat saya penasaran adalah cinta. Cinta itu sebenernya apa ya?
Kata ilmuwan, rasa euphoria cinta bisa hadir akibat peningkatan hormon dopamine. Hormon yang buat kita senang selalu, bahagia tak terkira rasanya, semua berbunga-bunga seperti taman bunga yang berupa-rupa warnanya. Dopamine juga menekan rasa protes dan kesal dalam diri kita, terutama kepada yang tercinta. Sehingga apapun yang sang tercinta lakukan, tetap terasa berkilauan dan semerbak mewangi dunia kita.

Para ilmuwan juga bilang, dopamine hanya bisa bertahan sekitar 4 tahunan meraja dalam diri kita. Sisanya? Otak mulai mengambil alih euphoria itu, bunga-bunga mulai layu, segala yang indah menjadi terbuka, menampakkan wujud aslinya. Duri-duri di mawar mulai terasa, karena segala yang mewangi akan diverifikasi ulang oleh otak kita. Otak mulai bisa protes dan kesal akan kenyataan yang ternyata tak seindah taman bunga.
Salah satu materi dasar di latihan teater adalah olahrasa. Ada banyak cara melakukan latihan olahrasa. Misalnya kita duduk tenang, atur nafas, sambil menenangkan pikiran.. Benar-benar belajar fokus dan tenang. Bisa juga dengan melihat ke titik tertentu sambil duduk tegak dan melipat kaki, atau bisa juga dengan berjalan super lambat sepanjang 10 meter, dan lain-lain

sumber gambar: http://goo.gl/TXd4rt