Penampilan itu
penting!
Dari awal-awal kerja saya terlalu santai dalam
berpenampilan. Misal sering pakai celana jeans + kemeja atau baju terusan +
kaos. Dulu sih mikirnya, soalnya kantor saya lumayan nyantai, trus orangnya
sedikit, jadi ketemu sama orang yang itu-itu aja. Sampai suatu saat (pekan
lalu) saya disuruh rapat di kementerian. Sama asisten ibu menteri, ketua EO
side event APEC, orang kemenlu, staf ahli presiden, bos saya, dan lain-lain di
ruang rapat yang serius banget. Lalu saya lupa bawa blazer, padahal cuma pake
terusan dan kaos T_T
Saya langsung sadar bahwa jangan gampang menyepelekan
sesuatu. Meskipun cuma pakaian atau penampilan, minimal kita harus selalu rapi
dan tau situasi. Tau baju apa yang pantas untuk apa. Kalau emang lagi acara
santai, ngga papa pake baju santai. Tapi kalau ke kantor, pakai baju nya jangan
yang terlalu santai jadi kalo tiba-tiba disuruh rapat, diminta temenin pak bos
menghadiri pertemuan-pertemuan penting, atau tiba-tiba kantor kedatangan
orang-orang keren, kita sudah selalu siap siaga! Karena penampilan adalah hal
yang pertama kali diliat. Rapi, bersih, dan pantas adalah syarat minimal.
Bawa map untuk
berkas-berkas
Berhubung kantor nya di kampus dan hawa-hawa kuliah masih
berasa, jadi saya masih suka ngasal nyimpan berkas-berkas. Sama seperti bawa
diktat atau catatan kuliah. Dilipat, masukin tas, dilipat, masukin tas. Padahal
kalo sudah kerja, berkas yang kita bawa itu bisa lebih penting dari apa yang
kita perkirakan. Trus jangan asal tinggal lipet lalu masukin ke tas, sebaiknya
siapin map, jadi kalau ada berkas dari kantor bisa kita simpan dengan baik.
Tanggap, sigap, dan
cekatan
Ini sangat penting! Kita harus tanggap terhadap situasi, apa
yang kira-kira dibutuhkan langsung disiapkan (meskipun belum diminta), sehingga
nanti kalau diminta, kita udah siap. Lalu sigap, kalau dikasih kerjaan langsung
dikerjakan dengan benar, baik, dan cepat. Apalagi kalau bos nya super sibuk..
Cekatan, alias cepat mengerti. Setelah diajarin sesuatu yang baru, secepat
mungkin langsung dikuasai, jadi bisa lebih banyak skill yang kita kuasai. Kayak
Andy Sachs (Anne Hathaway) di film The Devil Wears Prada. Di awal dia
kelimpungan kerjaan ini itu dan dianggap remeh sama bosnya, tapi lama-lama dia makin
tanggap, sigap, dan cekatan. Ini harus saya latih lagi nih.. soalnya sekarang
masih kurang cepat tanggap. Padahal tiga hal ini sangat berguna untuk
mendapatkan berbagai peluang, karena kalau kita kerjanya bagus pasti akan
dikasih kesempatan lebih banyak untuk bisa berkontribusi.
Talk less, do more!
Selain kerja di kantor, saya juga ikutan 2 komunitas,
Dreamdelion dan Santa’s Missing Dear (SMD). Ada hal penting yang saya pelajari
disini. Bahwa masalah yang kita temui di kehidupan nyata, di kehidupan
masyarakat, sebenarnya bisa lebih cepat terselesaikan bila kita ikutan turun
tangan. Ngeluh ini itu tapi kalau ngga ngapa-ngapain ya percuma juga kan..
Dua komunitas yang saya ikutin ini, menurut saya cukup
keren. Begitu mereka lihat masalah, mereka langsung action! Langsung banget
dilakukan. Kalau bisa sekarang, sekarang deh.. Ini yang bikin komunitas ini
bisa hidup dan terus berkembang. Masalah yang ingin diselesaikan Dreamdelion
adalah masalah-masalah yang ada di masyarakat Manggarai, sedangkan SMD ingin
menyelesaikan masalah rusa di UI.
Dan untuk melakukan itu semua, ternyata kita ngga harus
menjadi atau membutuhkan orang yang sangat-sangat pintar, cerdas, dan brilian.
Kita hanya perlu menjadi orang yang tulus, peduli, dan mau bekerja keras.
Personality also matters
Kepintaran dan kehebatan bukan segalanya. Jenius, menang ini
itu di berbagai lomba, kaya raya, kuliah di salah satu kampus ternama sedunia,
ternyata bukan yang utama dalam kehidupan pekerjaan. Yang paling utama adalah personality. Bagaimana kita bersikap ke
orang lain, apakah kita mampu bekerja sama, mau mendengarkan, tidak congkak,
dan menjadi pribadi yang menyenangkan. Soalnya kalau kita nyebelin, orang juga
akan males kerjasama dengan kita dan ujung-ujungnya ngga akan dipilih.
Pembimbing skripsi saya pernah mengingatkan saya tentang ini.
Bahwa sejenius apa pun kita sejago apapun kita melakukan berbagai pekerjaan, personality also matters.
***
Iyak, baru ini aja sih yang saya pelajari, tentunya selain
hal-hal baru di bidang yang sangat saya suka sejak SMA yaitu lingkungan dan
konservasi.
Mungkin ini hal biasa yang sangat dasar, apalagi buat orang
yang bekerja di bidang yang sangat kompetitif. Tapi saya merasa ini perlu saya
tulis, supaya saya bisa kembali diingatkan suatu waktu nanti.
Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang labih baik.
0 comments:
Post a Comment