Kata orang, kalau mau punya teman atau sahabat maka jadilah seorang sahabat.

Tapi ternyata dikehidupan nyata, kondisinya tidak sesederhana itu. Bisa jadi kita sudah menganggap seseorang adalah sahabat, sedangkan dia hanya menganggap kita teman biasa. Bisa jadi kita sudah menganggap dia teman kita, tapi ternyata dia hanya menganggap kita sebagai kenalan. Bisa jadi kita sudah menganggap dia orang dekat tapi dia hanya menganggap kita orang asing.

Film ini termasuk genre film omnibus atau antalogi film, yaitu film yang terdiri dari beberapa cerita, bisa saling berhubungan ataupun tidak berhubungan sama sekali. Biasanya setiap cerita punya satu jalan merah, bisa berupa tempat (Paris Je T’aime), barang, atau pun tema cerita (Valentine’s Day). Genre film omnibus mulai banyak disukai di Indonesia, misalnya aja ada Dilema, Hi5teria, Faces of Fear (Takut), Fisfic 6 vol. 1, Perempuan Punya Cerita, Jakarta Maghrib, Sanubari Jakarta, Sinema Purnama, Cinta Setaman, dan lain-lain

Di film rectoverso, ada 5 cerita yang tidak saling berhubungan namun memiliki satu benang merah yaitu Cinta yang Tak Terucap.
genre..

komedi, animasi, film keluarga

sinopsis..

film The Croods bercerita tentang satu keluarga manusia goa yang tersisa di zaman pra sejarah. Mereka selalu berjuang untuk mempertahankan diri dari berbagai serangan hewan buas dan bencana alam. Mereka punya aturan dan kepercayaan yang harus selalu ditepati, seperti tidak boleh ada aturan baru, keingin-tahuan akan menimbulkan bencana, goa adalah tempat yang paling aman, dan sebagainya. Akhirnya mereka sering kali hanya bertahan di dalam goa (namanya juga manusia goa).

halo kawan-kawan! Beberapa minggu lalu saya ikut workshop mendongeng yang dibuat oleh kak @aiodongeng dan kawan-kawannya. Acaranya di perpustakaan pusat UI, seru banget deh! Ini saya bikin resume nya, siapa tau ada kawan-kawan yang pengen belajar juga..

*

Ada dua cara mendongeng, yaitu mendongeng dengan teks dan mendongeng tanpa teks. Dua cara tersebut punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Saya lagi merasa diri saya ngga keren dan agak minder. Temen-temen dekat saya udah keren-keren, ada yang udah jadi pengusaha, ada yang baru mulai bisnis bareng temen-temen yang keren, ada yang udah diajak project lapangan ini itu sama peneliti-peneliti, ada yang udah kerja dan punya duit sendiri, dan lain-lain.

Sedangkan saya belum ngapa-ngapain, cuma jadi guru les dan jadi guru les itu ngga keren. Huff. Kemarin saya bikin tulisan tentang hidup ideal buat saya. Setelah saya pikir-pikir, sepertinya ngga sesederhana itu. Hidup ideal itu harusnya hidup yang membahagiakan. Nah sekarang yang bikin saya bahagia apa?
Salah satu kerjaan saya adalah jadi guru les. Kerjaan sederhana ala mahasiswa hahaha sebenernya saya guru les bimbingan belajar, yang ngajar di kelas-kelas, tapi kadang saya juga ngajar privat. Nah ini yang mau saya ceritain.. tentang ngajar privat anak komplek.. :D

Saya menemukan beberapa persamaan yang hampir saya jumpai ketika saya ngajar privat anak kompek.. ini dia:
Itu pertanyaan dari sahabat saya, Eru, yang menurut dia perlu saya pertanyakan ulang ke dalam diri saya. Lalu dipikirkan bagaimana mewujudkannya. Kenapa sih harus dipertanyakan ulang? Supaya hidup kita ada tujuan, bisa bermakna, dan menghasilkan sesuatu, bukan cuma hidup lalu mati.

Pertanyaan semacam itu dia dapat dari temen-temen dia di @impossible_ID (Mereka kumpulan orang-orang keren yang penuh ide gila dan mau berjuang untuk mewujudkannya. Eru sering banget cerita tentang temen-temennya ini ke saya dan saya takjub juga minder.). Bagi mereka, “daripada ngeluh dan marah-marah sama kondisi, mending kita mikir dan bertindak menjadi perubahan yang kita ingin kan aja”
Menurut Massachusetts Department of Early Education and Care, ada 7 prinsip penting yang harus selalu ada dipikiran kita setiap kita bekerja bersama anak-anak dan kurikulum preschool, yaitu:

  1. Semua anak mampu belajar. Semua anak dapat menghasilkan perkembangan positif, jadi guru preschool harus memiliki harapan tinggi terhadap semua anak. Kalau dari awal sudah pesimis ya susah.
Buat perempuan, alas kaki berupa sepatu/sandal bisa jadi barang yang sangat penting. Bahkan bisa mempengaruhi tingkat kepercayaan diri (PD). Serius! Sepatu/ sandal itu kita pakai tiap hari loh setiap kita keluar rumah. Penghubung antara kita dan bumi. Kalau sepatu/sandalnya nyaman dan kita merasa keren pakainya, bisa jadi PD seharian, tapi kalo sepatu/sandalnya ngga nyaman dan kita ngerasa ngga keren pakai itu, pasti juga jadi ngga PD seharian. Padahal, PD dari segi penampilan itu poin dasar buat kita melakukan aktivitas.

Nah karena itu, menurut saya ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan..
Kemarin saya habis baca blognya Joko Anwar di jokoanwar.tumblr.com dan saya nemu film pendek bikinan dia. Ada dua film pendek romantic comedy yang saya tonton. Pertama judulnya Durable Love, yang kedua judulnya Fresh to Move On. Dua film ini pas banget sama kehidupan cinta saya hahahaha.. 

ini dia filmnya: